
SERAYUNEWS – Salah satu pembangkit listrik yang ada di Kabupaten Banyumas, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger menyimpan sebuah cerita unik untuk kita bahas.
Sebab, bangunan yang ikonik dengan pipa berukuran besar, panjang, dan naik-turun terkesan mistis. Terlebih, berada di daerah perbukitan ataupun hutan di Desa Melung dan Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Namun di balik itu semua, kegunaannya tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, PLTA Ketenger mampu menyuplai listrik sampai dengan 6 wilayah tak hanya di Baturraden dan Banyumas saja.
Konon, kegagalan Negera Matahari Terbit itu menghancurkan kawasan ini karena terhalang oleh energi mistik yang menaunginya. Dalam budaya Jawa, hal itu sangat lumrah mengingat keberadaannya di kaki Gunung Slamet.
Kisah itu dibenarkan oleh Mutiara (21), warga dusun Kalipagu, Desa Ketenger. Ia sudah seringkali mendengar cerita tersebut dari orang tua maupun orang yang dituakan.
“Iya pernah mendengar cerita pipa (PLTA Ketenger) hampir terkena bom dari tentara Jepang. Bahkan, dari ibu menceritakan pernah akan diganti pipa plastik namun urung dilakukan karena kalah siasat dari penduduk pribumi,” ujarnya kepada tim serayunews.com, Selasa (23/7/2024).
Dia menegaskan bahwa itu semua adalah cerita turun temurun warga lokal.
Energi listrik yang dihasilkan PLTA ketenger disalurkan ke berbagai daerah. Antara lain Purwokerto, Purbalingga, Gombong, Karanganyar, Kebumen dan pompa air Gambarsari serta pesanggrahan melalui saluran tinggi 30 kV.
Adapun, PLTA Ketenger terdiri dari empat bagian. Pertama, Dam Belanda yang terletak di bagian hulu tepatnya di Dusun Kalipagu yang berfungsi sebagai waduk penampungan air.
Kedua, Dam Jepang letaknya di bawah hulu, yang berfungsi sebagai penahan aliran dibawah hulu. Berikutnya, pos jaga air atau yang dikenal dengan rumah putih sebagai pengontrol debit air. Dan yang ke empat ialah ruang mesin sebagai pusat pengelolaan listrik.