Jumat, 21 Januari 2022

PMI dan Semagara Kirimkan Relawan ke Sekolah Bencana Semeru

Relawan PMI Kabupaten Banjarnegara bersama Sedulur Mahasiswa Banjarnegara (Semagara) terjun langsung memberikan support psikologis, edukasi, serta menghibur anak anak korban terdampak erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang yang berada di tenda tenda sekolah darurat yang ditempati oleh 141 siswa.


Banjarnegara, serayunews.com

Komandan KSR PMI Banjarnegara sekaligus Koordinator tim Heri Yulianto mengatakan, supporting dan edukasi kepada anak anak sekolah dilakukan setelah assessment langsung yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, dengan melihat serta menganalisa kondisi, kebutuhan serta dampak yang ditimbulkan.

“Kami melakukan intervensi ke beberapa titik lokasi sekolah darurat yang berada di Dusun Krahan, Desa Sumbermujur bersama dengan kawan kawan dari Sedulur Mahasiswa Banjarnegara,” katanya.

Baca juga  Kemenhub Jamin Bus Trans Banyumas Segera Beroperasi Lagi

Dalam kesempatan tersebut team juga mendistribusikan kebutuhan dan bantuan berupa perlengkapan sekolah, tempat makan dan minum, masker kain dan bedah serta aneka macam kerudung anak anak. Tempat makan dan minum menjadi request tersendiri dari anak anak sekolah, mengingat lokasi sekolah darurat dengan rumah dan lokasi pengungsian sangat jauh yang membuat adik adik harus membawa bekal makanan berat saat pergi ke sekolah.

Koordinator relawan Semagara sekaligus anggota Korps Sukarela Unit STIE Taman Siswa Banjarnegara Balindra Sania Sakif mengatakan, bantuan dan donasi yang diberikan merupakan hasil dari penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa Banjarnegara dari beberapa perguruan tinggi seperti STIE Taman Siswa, STIMIK Tunas Bangsa, Politeknik Banjarnegara, STIT Tunas Bangsa dan STAI Tanbighul Ghofilin.

Baca juga  RSUP dr Kariadi Kebakaran, Ganjar Pastikan Pasien Berhasil Dievakuasi

“Kawan kawan berhasil menggalang dana sejumlah Rp 10 juta yang seluruhnya diserahkan kepada PMI Banjarnegara untuk disalurkan kepada saudara kita yang terdampak erupsi semeru dengan menyasar akses atau sarana pendidikan,” katanya.

Dengan koordinasi yang intensif dan perencanaan yang matang antara hasil assessment langsung di lapangan, donasi yang terkumpul diwujudkan dalam bentuk peralatan sekolah dan fasilitas lainya dengan harapan bermanfaat untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah darurat.

Berita Terkait

Berita Terkini