
BANYUMAS, SERAYUNEWS-Tingginya angka anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Menjawab permasalahan tersebut, Program Studi Kebidanan Purwokerto Poltekkes Kemenkes Semarang menggelar Pengabdian kepada Masyarakat melalui penerapan media edukasi Ular Tangga CERIA (Cegah Remaja Putri Anemia) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus kehidupan yang ditandai dengan pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan perubahan emosional yang berlangsung sangat cepat. Pada fase ini, kebutuhan gizi meningkat untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitas sehari-hari.
Namun, di tengah meningkatnya perhatian terhadap penampilan dan citra tubuh, tidak sedikit remaja yang menerapkan pola makan kurang tepat demi memperoleh bentuk tubuh ideal. Kebiasaan tersebut berisiko menimbulkan kekurangan gizi, termasuk anemia, yang dapat berdampak pada kesehatan, prestasi belajar, serta kualitas kesehatan reproduksi di masa depan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masih tingginya permasalahan gizi dan anemia pada remaja, Program Studi Kebidanan Purwokerto, Poltekkes Kemenkes Semarang, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penerapan Game Edukasi Interaktif sebagai Strategi Pencegahan Masalah Gizi pada Remaja”.
Kegiatan ini merupakan implementasi hasil penelitian dosen yang menghadirkan media pembelajaran inovatif berupa permainan edukatif untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia.
Anemia pada remaja putri masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada kelompok usia 15–24 tahun mencapai 32 persen. Artinya, sekitar tiga dari sepuluh remaja mengalami anemia sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif secara berkelanjutan.

Kementerian Kesehatan RI mendeteksi tiga besar masalah gizi yang dialami remaja di Indonesia. Selain anemia, remaja juga menghadapi masalah kekurangan gizi akibat pola diet yang tidak tepat serta meningkatnya obesitas karena konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Ketiga masalah tersebut dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang sehingga edukasi gizi menjadi sangat penting sejak usia remaja.

Ketua Program Studi Kebidanan Purwokerto Dr. Walin, SST., M.Kes., mengatakan bahwa edukasi kesehatan akan lebih mudah diterima apabila dikemas secara menyenangkan.
“Kami berharap Ular Tangga CERIA menjadi media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh puskesmas maupun masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi dan pencegahan anemia,” katanya.

Kegiatan pengabdian ini juga berkolaborasi dengan Puskesmas Baturraden I dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Petugas Promosi Kesehatan, Vin Isnaini Sholihah, SKM, menyampaikan materi “Menjadi Remaja Putri Sehat, Merawat Tubuh, Pikiran, dan Masa Depan”, sedangkan Nutrisionis Yudhanti Putri Bestari, S.Gz, memberikan edukasi bertema “Cantik Berseri, Bebas Anemia”.
Kedua materi menekankan pentingnya pola hidup sehat, gizi seimbang, serta pencegahan anemia pada remaja putri. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang disambut antusias peserta, dengan pemberian doorprize bagi peserta yang aktif.
Ular Tangga CERIA merupakan produk inovasi hasil penelitian dosen Program Studi Kebidanan Purwokerto yang dikembangkan sebagai media edukasi kesehatan remaja berbasis permainan (game-based learning).
Media edukasi interaktif memanfaatkan permainan ular tangga sebagai sarana pembelajaran mengenai gizi seimbang, pencegahan anemia, dan gaya hidup sehat bagi remaja. Melalui konsep belajar sambil bermain, media ini mendorong partisipasi aktif peserta sehingga proses edukasi menjadi lebih menarik, efektif, dan menyenangkan.
Berbeda dengan permainan ular tangga biasa, setiap kotak pada Ular Tangga CERIA memuat pesan edukasi mengenai gizi seimbang, anemia, dan perilaku hidup sehat. Peserta diajak membaca serta mendiskusikan setiap pesan yang diperoleh sehingga proses belajar berlangsung secara aktif dan menyenangkan.
Selama permainan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka aktif berdiskusi, mencermati pesan, dan saling berbagi pengalaman mengenai pola makan sehat serta pencegahan anemia.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Kebidanan Purwokerto berharap media Ular Tangga CERIA dapat menjadi inovasi edukasi kesehatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja untuk mencegah anemia dan masalah gizi. Sinergi antara perguruan tinggi, Puskesmas, Pemerintah Desa, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung terwujudnya remaja yang sehat, produktif, dan siap menjadi generasi penerus yang berkualitas.
Penulis:
Anita Widiastuti., S. Kep., Ners., M.Kes (Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang)
Sumiyati., S. Kep. NS., MPH (Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang)