
SERAYUNEWS – Puasa sunnah di bulan Rajab selalu menjadi topik yang banyak ditanyakan umat Islam. Lantas, puasa Rajab berapa hari?
Wajar saja, sebab Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam kalender Hijriah, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah.
Namun, satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: puasa Rajab berapa hari sebaiknya dilakukan? Apakah harus sebulan penuh, atau cukup beberapa hari saja?
Artikel ini akan mengulasnya secara lugas dan lengkap, termasuk jadwal puasa Rajab 1447 H, jenis puasa sunnah yang dianjurkan, hingga bacaan niatnya.
Tidak ada ketentuan pasti mengenai jumlah hari puasa di bulan Rajab.
Anda bisa berpuasa satu hari, tiga hari, Senin-Kamis, atau sebanyak yang Anda mampu.
Semuanya kembali pada niat dan kemampuan masing-masing. Namun, sebagian ulama, termasuk pendapat dalam mazhab Hambali, memakruhkan puasa sebulan penuh di bulan Rajab jika dilakukan tanpa jeda.
Hal ini untuk menghindari anggapan bahwa puasa Rajab memiliki kedudukan khusus seperti puasa Ramadan.
Meski demikian, kemakruhan ini gugur apabila puasa diselingi dengan tidak berpuasa satu atau dua hari.
Artinya, puasa Rajab tetap dianjurkan, selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau dilakukan secara berlebihan.
Secara khusus, tidak ada hadits shahih yang menyebut keutamaan puasa Rajab secara spesifik.
Namun, Rajab termasuk bulan yang dimuliakan, sehingga amalan sunnah di dalamnya, termasuk puasa, memiliki nilai kebaikan. Berdasarkan hadits shahih, umat Islam dianjurkan melaksanakan:
Puasa-puasa sunnah ini bisa dikerjakan di bulan Rajab sebagaimana di bulan-bulan lainnya.
Mengacu pada kalender Hijriah, bulan Rajab 1447 H berlangsung dari 21 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026.
Berikut beberapa pilihan puasa sunnah yang bisa Anda amalkan.
1. Jadwal Puasa Rajab Senin–Kamis
Puasa Senin dan Kamis merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena pada hari tersebut amalan manusia diangkat kepada Allah SWT.
Berikut jadwal puasa Senin–Kamis di bulan Rajab 1447 H:
2. Jadwal Puasa Rajab Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Di bulan Rajab 1447 H, jadwalnya adalah:
Puasa ini bernilai seperti puasa sepanjang tahun jika rutin dikerjakan setiap bulan.
3. Puasa Daud di Bulan Rajab
Puasa Daud dikenal sebagai puasa sunnah paling utama. Polanya adalah sehari puasa, sehari tidak.
Puasa Daud di bulan Rajab bisa dimulai pada:
Jika Anda berpuasa pada hari tersebut, maka keesokan harinya tidak berpuasa, lalu berpuasa kembali pada Selasa, 23 Desember 2025, dan seterusnya hingga 19 Januari 2026, dengan pola selang-seling.
Berikut niat puasa Rajab yang dikutip langsung dari Buku Pintar Agama Islam untuk Pelajar susunan Muhammad Syukron Maksum.
1. Niat Puasa Rajab
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ رَجَتْ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri rajab sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta’ala.”
2. Niat Puasa Rajab Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ البَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil biidhi sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Puasa Rajab Hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.”
4. Niat Puasa Rajab Hari Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.”
5. Niat Puasa Daud Rajab
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma daawuuda sunnatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat puasa Daud sunnah karena Allah Ta’ala.”
Jadi, puasa Rajab berapa hari? Jawabannya fleksibel. Anda bebas memilih jumlah hari puasa sesuai kemampuan, baik satu hari, tiga hari, Senin–Kamis, Ayyamul Bidh, maupun puasa Daud.
Nah, yang terpenting adalah niat ikhlas dan tidak meyakini puasa Rajab sebagai kewajiban khusus seperti Ramadan.
Bulan Rajab bisa menjadi momentum latihan spiritual sebelum memasuki Ramadan.
Dengan puasa sunnah yang konsisten, tubuh dan jiwa pun akan lebih siap menyambut bulan penuh berkah.***