
SERAYUNEWS – Apabila Anda membutuhkan informasi mengenai cara nonton gerhana bulan total atau blood moon yang berlangsung pada 3 Maret 2026, Anda bisa simak artikel ini sampai akhir.
Pasalnya, pada tanggal tersebut, gerhana bulan total akan mengubah wajah Bulan menjadi merah tembaga yang populer disebut blood moon.
Momen ini bukan sekadar peristiwa astronomi biasa, melainkan salah satu gerhana paling dinanti karena menjadi yang terakhir terlihat dari Amerika Utara hingga 25–26 Juni 2029, dan yang terakhir secara global hingga akhir 2028.
Selama fase totalitas, Bulan akan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Inilah yang membuat warnanya berubah menjadi merah gelap dramatis.
Durasi totalitas berlangsung sekitar 58–59 menit, sementara keseluruhan rangkaian gerhana, dari awal hingga akhir fase penumbra, mencapai sekitar 5 jam 41 menit.
Lalu, bagaimana cara terbaik menyaksikannya? Berikut panduan lengkap untuk Anda.
Gerhana ini terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 dan dapat diamati di Indonesia sesuai zona waktu masing-masing. Berikut rincian fase gerhana:
Gerhana Penumbra Mulai (P1):
15.42.44 WIB / 16.42.44 WITA / 17.42.44 WIT
Gerhana Sebagian Mulai (U1):
16.49.46 WIB / 17.49.46 WITA / 18.49.46 WIT
Gerhana Total Mulai (U2):
18.03.56 WIB / 19.03.56 WITA / 20.03.56 WIT
Puncak Gerhana:
18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT
Gerhana Total Berakhir (U3):
19.03.23 WIB / 20.03.23 WITA / 21.03.23 WIT
Gerhana Sebagian Berakhir (U4):
20.17.33 WIB / 21.17.33 WITA / 22.17.33 WIT
Gerhana Penumbra Berakhir (P4):
21.24.35 WIB / 22.24.35 WITA / 23.24.35 WIT
Durasi total dari awal hingga akhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik.
Sementara fase totalitas, saat Bulan benar-benar tertutup umbra Bumi, berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133.
Sebelumnya, fenomena serupa terjadi pada 21 Februari 2008 dan akan kembali terulang pada 13 Maret 2044.
Kabar baiknya, Anda tidak memerlukan alat khusus untuk menyaksikan gerhana bulan total.
Berbeda dengan gerhana matahari, fenomena ini aman dilihat dengan mata telanjang. Agar pengalaman menonton lebih maksimal, berikut beberapa tips:
Di Indonesia, visibilitas dapat berbeda tergantung lokasi, tetapi secara umum seluruh wilayah berkesempatan menyaksikan sebagian besar fase gerhana saat Bulan berada di atas horizon.
Mengutip laporan terbaru dari Live Science, gerhana bulan total ini dapat diamati langsung dari sebagian wilayah Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan Asia Timur.
Namun, faktor cuaca, cahaya fajar, dan posisi Bulan yang relatif rendah di dekat horizon barat dapat memengaruhi kualitas pengamatan.
California bahkan diperkirakan menjadi salah satu lokasi terbaik untuk melihat seluruh tahapan gerhana dari awal hingga akhir.
Jika cuaca di wilayah Anda tidak bersahabat, jangan khawatir. Anda tetap bisa menyaksikan gerhana melalui siaran langsung daring.
Di Indonesia, Anda dapat mengakses live streaming resmi melalui situs BMKG di:
https://gerhana.bmkg.go.id/
Selain itu, beberapa lembaga astronomi internasional juga menyediakan tayangan berkualitas tinggi, seperti:
Melalui siaran ini, Anda bisa menikmati sudut pandang berbeda dari berbagai belahan dunia.***