
SERAYUNEWS- Salat tarawih menjadi salah satu ibadah paling dinantikan umat Islam saat bulan Ramadan. Setiap malamnya menyimpan keutamaan dan pahala yang luar biasa bagi mereka yang mengerjakannya dengan ikhlas dan penuh keimanan.
Tradisi tarawih yang dilakukan selepas salat Isya ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Banyak riwayat menyebutkan keutamaan berbeda di setiap malam Ramadan, mulai dari pengampunan dosa hingga limpahan rahmat Allah SWT.
Antusiasme masyarakat dalam menjalankan tarawih menunjukkan betapa ibadah sunnah ini memiliki tempat istimewa di hati umat Islam. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Salat tarawih malam 1 sampai 30 diyakini membawa berbagai keutamaan besar. Meski rincian keutamaan tiap malam banyak bersumber dari riwayat populer yang diperselisihkan derajatnya, para ulama sepakat bahwa tarawih termasuk sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menunaikan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Ibadah Malam
1. QS. Al-Baqarah ayat 183
“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ…”
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan Ramadan sebagai bulan peningkatan takwa, termasuk melalui ibadah malam.
2. QS. Al-Muzzammil ayat 2-3
“قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا”
Artinya: “Bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit darinya.”
Ayat ini menjadi landasan anjuran kuat ibadah malam.
3. QS. As-Sajdah ayat 16
“تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ…”
Artinya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap.”
4. QS. Adz-Dzariyat ayat 17-18
“كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ”
Artinya: “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.”
5. QS. Al-Isra ayat 79
“وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ…”
Artinya: “Dan pada sebagian malam hari salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.”
Ayat-ayat tersebut memperkuat anjuran ibadah malam, termasuk tarawih sebagai bagian dari qiyam Ramadan.
Berikut ringkasan keutamaan yang banyak disebut dalam literatur dakwah:
1. Malam pertama: diampuni dosa seperti bayi baru lahir
2. Malam kedua: diampuni dosa kedua orang tua
3. Malam ketiga: malaikat mendoakan ampunan
4. Malam keempat: pahala seperti membaca Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an
5. Malam kelima hingga kesepuluh: mendapat rahmat dan perlindungan
6. Malam ke-11 sampai 20: diangkat derajatnya
7. Malam ke-21 sampai 30: terbebas dari api neraka
Namun para ulama mengingatkan agar umat Islam lebih fokus pada semangat ibadah dan keikhlasan daripada perhitungan angka malam.
Salat tarawih pertama kali dilakukan berjamaah oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian dihentikan agar tidak dianggap wajib. Pada masa Khalifah , salat tarawih kembali dihidupkan secara berjamaah di masjid.
Sejak saat itu, tarawih menjadi tradisi ibadah kolektif umat Islam di seluruh dunia.
Tarawih menjadi momen refleksi spiritual setelah seharian berpuasa. Ibadah ini memperkuat hubungan hamba dengan Allah SWT sekaligus melatih konsistensi ibadah malam.
Secara spiritual, qiyam Ramadan diyakini membuka pintu ampunan dan memperberat timbangan amal.
1. Niatkan karena Allah SWT
2. Jaga kekhusyukan
3. Datang lebih awal ke masjid
4. Perbanyak doa setelah salat
5. Istiqamah hingga malam terakhir
Salat tarawih malam 1 sampai 30 menyimpan keutamaan besar bagi umat Islam yang mengerjakannya dengan iman dan harap pahala. Dalil Al-Qur’an menunjukkan kuatnya anjuran ibadah malam sebagai bentuk ketakwaan.
Meski rincian keutamaan tiap malam memiliki perbedaan pendapat dalam sanadnya, semangat memperbanyak ibadah di bulan Ramadan tetap menjadi inti utama yang tidak terbantahkan.