
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap memastikan revitalisasi kawasan Kota Lama atau Kawasan Heritage Titik Nol Kilometer kembali berlanjut pada tahun 2026. Untuk tahap lanjutan tersebut, Pemkab Cilacap menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 miliar dari APBD guna memperkuat sarana dan prasarana kawasan bersejarah itu.
Pada tahap ini, penataan kawasan difokuskan pada pengembangan jalur pedestrian. Jalur pejalan kaki yang sebelumnya dibangun akan diperpanjang hingga mengarah ke Stasiun Cilacap. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas kawasan heritage dengan pusat transportasi kota serta meningkatkan kenyamanan ruang publik.
“Tahun ini penataan lanjutan pedestrian ke sekitar Stasiun Cilacap, lalu penataan lapangan dan juga revitalisasi Gedung Graha Pemuda menjadi Gedung Kesenian Cilacap untuk mendukung aktivitas seni dan budaya daerah,” kata Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Sabtu (24/1/2026).
Selain jalur pedestrian, penataan lanjutan juga mencakup pembenahan area lapangan serta revitalisasi Gedung Graha Pemuda yang direncanakan berfungsi sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni sekaligus menambah daya tarik kawasan heritage.
Revitalisasi kawasan Kota Lama di sepanjang Jalan Ahmad Yani dirancang sebagai proyek jangka menengah yang dikerjakan secara bertahap. Pembangunan dimulai sejak 2025 dan ditargetkan berlanjut hingga 2029, mencakup kawasan dari Simpang Tiga Kopassus hingga Alun-alun Cilacap.
“Pengembangan kawasan Kota Lama ini kita lakukan secara bertahap agar tertata dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Syamsul.
Seluruh pendanaan revitalisasi kawasan heritage tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Meski demikian, keterbatasan fiskal menjadi pertimbangan dalam penentuan besaran anggaran.
“Inginnya kita maksimalkan di tahun 2026 ini, namun ada tekanan fiskal, sehingga dianggarkan Rp 4 miliar,” kata Syamsul.
Revitalisasi Kota Lama Cilacap ditujukan untuk menjadikan Jalan Ahmad Yani sebagai kawasan heritage modern yang memadukan nilai sejarah, budaya lokal, serta ruang publik yang representatif. Kawasan Titik Nol Kilometer sendiri menjadi simbol awal wilayah sekaligus identitas dan orientasi ruang Kota Cilacap.
Sejak diresmikan pada 31 Desember 2025, kawasan tersebut berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Warga memanfaatkannya untuk beragam kegiatan, mulai dari bersantai, berolahraga, hingga menikmati pertunjukan seni, sekaligus mendukung pengembangan Cilacap sebagai kabupaten kreatif berbasis budaya.