
SERAYUNEWS – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pasar sapi kurban di Kabupaten Banyumas menunjukkan tren lonjakan harga yang cukup signifikan. Dibandingkan dengan tahun lalu, harga per ekor sapi saat ini mengalami kenaikan hingga kisaran Rp3 juta.
Ikhsan Mujahid, peternak sapi di Ikhsan Farm, Desa Keramat, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas menyampaikan, kenaikan harga dipicu stok sapi yang tidak terlalu banyak di pasaran, meski kondisi kesehatan ternak tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau dulu biasanya iuran Rp3,5 juta sudah dapat sapi yang cukup baik, sekarang paling tidak sekitar Rp3,8 juta baru dapat sapi dengan kualitas seperti tahun kemarin,” katanya.
Kabar baiknya, seluruh sapi di kandang Ikhsan dalam kondisi sehat dan sebagian besar sudah terjual menjelang Idul Adha tahun ini.
“Alhamdulillah sapi-sapi di kandang kami semuanya sehat dan baik. Alhamdulillah juga sudah laku semua,” ujarnya.
Ikhsan menjelaskan, tahun ini peternak lebih tenang karena tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah sekarang bersih PMK dan sapi-sapi tumbuh dengan baik,” kata dia.
Di Ikhsan Farm, terdapat berbagai jenis sapi kurban yang ditawarkan, mulai dari limosin, simental, pigon, madura, hingga madrasin. Menurut Ikhsan, sapi pigon merupakan hasil crossing atau persilangan limosin dengan bibit sapi lainnya.
Harga yang dibanderol pun cukup beragam, menyesuaikan ukuran dan jenisnya. Sapi Ukuran Jumbo, ada yang menembus hingga Rp70 juta per ekor. Sapi ukuran standar, dijual di kisaran Rp27,5 juta hingga Rp30 juta.
“Harga Rp70 juta itu untuk sapi yang paling besar. Kalau yang biasa rata-rata Rp27,5 juta sampai Rp30 juta,” jelasnya.
Pemasaran sapi kurban dari Ikhsan Farm tidak hanya berputar di wilayah Banyumas dan Purwokerto, tetapi telah meluas hingga ke Ibu Kota Jakarta.
Salah satu pelanggan rutinnya berasal dari Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta. Selain itu, pembeli juga berasal dari pelanggan tetap dan sejumlah instansi, termasuk Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Untuk menghasilkan sapi berukuran besar, Ikhsan menerapkan sistem penggemukan dengan pemilihan bibit sapi yang sudah bagus sejak awal. Pakan yang diberikan berupa konsentrat, dedak, damen dan sedikit ampas tahu.
“Memang fokus kami penggemukan. Jadi kami cari sapi yang sudah bagus lalu dipelihara dengan pola penggemukan,” katanya.
Faktor kesehatan juga menjadi prioritas utama. Ia menambahkan, kondisi kesehatan ternak juga rutin dipantau oleh petugas dari dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat.
“Rutin ada kunjungan untuk pemeriksaan kesehatan sapi,” ujarnya.