
SERAYUNEWS- Hari Penyu Sedunia kembali diperingati pada 23 Mei 2026 dan menjadi sorotan masyarakat dunia.
Peringatan internasional ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat penting bahwa populasi penyu dan kura-kura terus menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia dan kerusakan lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu konservasi penyu semakin ramai diperbincangkan, terutama setelah meningkatnya kasus pencemaran laut, perdagangan ilegal satwa, hingga rusaknya kawasan pantai tempat penyu berkembang biak.
Berbagai komunitas lingkungan di banyak negara kini aktif mengkampanyekan penyelamatan penyu sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Hari Penyu Sedunia juga menjadi momentum edukasi global agar masyarakat lebih peduli terhadap satwa purba yang telah hidup sejak jutaan tahun lalu tersebut.
Tidak hanya di kawasan pesisir, kampanye pelestarian kini meluas ke sekolah, media sosial, komunitas pecinta alam, hingga lembaga internasional yang bergerak di bidang konservasi satwa liar. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Hari Penyu Sedunia atau World Turtle Day pertama kali diperingati pada tahun 2000. Peringatan ini diinisiasi oleh organisasi penyelamatan satwa bernama American Tortoise Rescue (ATR), sebuah lembaga nirlaba yang fokus melindungi kura-kura dan penyu dari ancaman kepunahan.
Organisasi tersebut didirikan oleh pasangan pecinta satwa Susan Tellem dan Marshall Thompson. Mereka melihat semakin banyak kura-kura dan penyu yang menjadi korban perdagangan ilegal, perburuan, hingga rusaknya habitat alami akibat aktivitas manusia.
Sejak saat itu, tanggal 23 Mei dipilih sebagai momentum tahunan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia agar ikut menjaga keberlangsungan hidup penyu dan kura-kura beserta habitatnya.
Penyu dikenal sebagai salah satu hewan purba yang telah hidup sejak lebih dari 200 juta tahun lalu, bahkan hidup berdampingan dengan dinosaurus. Meski mampu bertahan melewati perubahan zaman, populasi penyu kini justru mengalami penurunan drastis akibat campur tangan manusia.
Ancaman terbesar bagi penyu berasal dari sampah plastik di laut, perburuan telur penyu, perdagangan cangkang, pencemaran laut, hingga kerusakan pantai tempat bertelur. Banyak penyu juga mati akibat terjerat jaring nelayan atau salah mengira sampah plastik sebagai makanan.
Para pegiat lingkungan menilai pelestarian penyu sangat penting karena satwa ini memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, termasuk menjaga kesehatan terumbu karang dan padang lamun.
Penyu memiliki sejumlah fakta unik yang membuat banyak orang kagum. Salah satunya adalah kemampuan navigasi alami yang memungkinkan penyu kembali ke pantai tempat mereka menetas puluhan tahun sebelumnya.
Selain itu, cangkang penyu ternyata tersusun dari puluhan tulang yang menyatu dengan tubuhnya. Cangkang tersebut bukan sekadar pelindung luar, melainkan bagian penting dari struktur tubuh penyu.
Penyu juga dikenal sebagai hewan berdarah dingin dengan metabolisme lambat. Kondisi ini membuat beberapa spesies penyu mampu hidup sangat lama hingga puluhan bahkan ratusan tahun.
Banyak masyarakat masih menganggap penyu dan kura-kura sebagai hewan yang sama. Padahal keduanya memiliki perbedaan cukup jelas, terutama dari habitat dan bentuk tubuhnya.
Penyu hidup di laut dan memiliki kaki berbentuk sirip untuk berenang jarak jauh. Sementara kura-kura umumnya hidup di darat dengan kaki kuat untuk berjalan.
Bentuk cangkang keduanya juga berbeda. Cangkang penyu cenderung lebih pipih agar mudah bergerak di air, sedangkan kura-kura memiliki cangkang berbentuk kubah yang lebih berat dan kuat.
Perayaan Hari Penyu Sedunia dilakukan dengan berbagai kegiatan edukatif dan aksi lingkungan. Salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan adalah pelepasan tukik atau anak penyu ke laut bersama komunitas konservasi.
Selain itu, banyak organisasi lingkungan mengadakan aksi bersih pantai untuk mengurangi sampah plastik yang berbahaya bagi penyu. Kampanye larangan konsumsi telur penyu dan penolakan perdagangan cangkang juga terus digencarkan.
Di sejumlah negara, sekolah dan komunitas pecinta satwa turut mengadakan seminar, lomba edukasi, hingga kegiatan donasi untuk membantu pusat konservasi penyu.
Sampah plastik menjadi ancaman terbesar bagi kehidupan penyu modern. Banyak penyu ditemukan mati setelah menelan kantong plastik yang dikira ubur-ubur, salah satu makanan favorit mereka.
Tidak sedikit pula penyu yang terluka akibat terjerat limbah plastik dan alat tangkap ikan di lautan. Kondisi ini membuat berbagai organisasi lingkungan mendesak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kampanye menjaga kebersihan pantai dan laut kini menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Penyu Sedunia setiap tahunnya.
Di dunia terdapat ratusan spesies kura-kura dan penyu, namun sebagian besar kini masuk kategori terancam punah. Penurunan populasi terjadi akibat perburuan, perubahan iklim, hingga kerusakan habitat alami.
Beberapa jenis penyu yang paling dikenal antara lain penyu hijau, penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu lekang. Banyak di antaranya sudah dilindungi oleh hukum internasional.
Indonesia sendiri menjadi salah satu negara penting bagi habitat penyu karena memiliki garis pantai panjang yang menjadi lokasi bertelur berbagai spesies penyu laut.
Masyarakat dapat ikut berkontribusi melindungi penyu melalui langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu tindakan paling penting.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membeli produk berbahan cangkang penyu atau mengonsumsi telur penyu yang diperjualbelikan secara ilegal.
Dukungan terhadap pusat konservasi, edukasi lingkungan, hingga menjaga kebersihan pantai juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian penyu.
Berikut fakta menarik tentang Hari Penyu Sedunia yang ramai dicari masyarakat:
1. Diperingati setiap tanggal 23 Mei
2. Diinisiasi organisasi American Tortoise Rescue
3. Pertama kali dirayakan tahun 2000
4. Bertujuan menyelamatkan penyu dan kura-kura
5. Penyu telah hidup sejak lebih dari 200 juta tahun lalu
6. Banyak spesies penyu kini terancam punah
7. Sampah plastik menjadi ancaman utama penyu
8. Pelepasan tukik sering dilakukan saat peringatan
9. Penyu mampu kembali ke pantai tempat menetas
10. Indonesia menjadi habitat penting penyu dunia
Hari Penyu Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga ajakan global untuk menjaga kelestarian laut dan kehidupan satwa di dalamnya. Ancaman terhadap penyu yang terus meningkat membuat kesadaran masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
Melalui edukasi, aksi lingkungan, dan perubahan kebiasaan sederhana, masyarakat dapat membantu menjaga populasi penyu agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Kepedulian kecil hari ini dapat menjadi langkah besar bagi keberlangsungan ekosistem laut dunia.