
SERAYUNEWS-Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mendorong optimalisasi kembali peran Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif dalam menghadapi bonus demografi tahun 2040 serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina UKS/M Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang berlangsung di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Selasa (2/6/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, Latifa Hesti Purwaningtyas, mengakui bahwa peran UKS/M di sejumlah wilayah belum berjalan optimal dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar fungsi UKS kembali aktif sebagai pusat edukasi dan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah.
“Selama ini mungkin UKS kita belum berjalan maksimal. Melalui koordinasi ini kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menghidupkan kembali UKS hingga tingkat kecamatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik,” ujar Hesti.
Dalam rakor tersebut, pemerintah juga menyampaikan arah kebijakan pembinaan UKS/M tahun 2026, termasuk persiapan pelaksanaan Lomba Sekolah dan Madrasah Sehat tingkat Kabupaten Banjarnegara yang akan digelar dalam waktu dekat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, menegaskan bahwa keberhasilan program UKS tidak dapat dicapai apabila dijalankan secara parsial oleh masing-masing instansi. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan, serta monitoring dan evaluasi yang konsisten.
“Program UKS harus menjadi gerakan bersama. Tidak cukup jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Perlu komitmen, inovasi, dan pengawasan yang berkelanjutan agar hasilnya benar-benar berdampak pada kesehatan anak-anak dan remaja,” katanya.
Hendro menilai keberadaan UKS semakin penting di tengah berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari masalah gizi, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga ancaman penyakit menular seksual yang membutuhkan edukasi dan pendampingan sejak dini.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat melalui penyediaan informasi kesehatan yang benar dan mudah diakses oleh peserta didik.
“Remaja harus mendapatkan akses informasi kesehatan yang tepat sehingga mampu mengambil keputusan yang baik bagi dirinya sendiri. UKS menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Pada kesempatan itu, Hendro juga meminta agar program pembinaan kesehatan tidak hanya menyasar sekolah umum dan madrasah, tetapi turut menjangkau lingkungan pondok pesantren yang menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di Banjarnegara.
Ia menilai para santri juga membutuhkan perhatian yang sama dalam aspek kesehatan sehingga program UKS perlu diperluas cakupannya.
“Sebagian besar masyarakat kita menempuh pendidikan di pesantren. Karena itu, lingkungan pesantren juga perlu mendapatkan sentuhan program kesehatan yang terencana dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui penguatan UKS/M, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap mampu menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia unggul sebagai modal utama pembangunan daerah dan nasional di masa depan.