
SERAYUNEWS – Jalan Wihara kawasan Pasar Wage Purwokerto kini steril dadi para pedagang. Ratusan pedagang yang melapak di lokasi tersebut telah dipindah ke lantai 2, bangunan pasar induk tersebut.
Proses penataan pedangang itu dilakukan pada H+1 lebaran, tepatnya Minggu (22/03/2026) malam. Rencana yang telah dirancang sejak 25 tahun silah, akhirnya terealisasi, setelah dilakukan pendekatan secara humanis.
Selain menjadikan kawasan jalan wihara terlihat rapi, jalan itu kini juga lebih lancar untuk lalu lintas kendaraan. Tak ada lagi pedangan yang membuka lapak di badan jalan.
“Selama hampir 25 tahun kondisi di sana tidak tertata dengan baik. Jadi penataan ini bukanlah hal yang mendadak,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (DKUKMP) Banyumas, Gatot Eko Purwadi, Minggu malam.
Dana DKUKMP mencatat, ada sebanyak 244 pedagang pagi yang dipindah lapak ke dalam pasar. Realisasi kebijakan ini telah melalui hasil diskusi panjang, dengan paguyuban pedagang.
Harapannya, akses jalan yang nyaman akan berdampak pada kenyamanan pengguna jalan dan pengunjung pasar. Sehingga bisa memberi efek naiknya tingkat kunjungan yang seiring dengan naiknya daya beli masyarakat di Pasar Wage.
Sebab, Gatot menjelaskan, kondisi pasar mulai mengalami penurunan ketika Jalan Vihara mulai digunakan sebagai lokasi berjualan oleh pedagang.
Menurut Gatot, penataan ini juga didorong oleh banyaknya keluhan masyarakat sejak 2018 yang menilai keberadaan pedagang di badan jalan mengganggu ketertiban dan akses lalu lintas.
“Ini bukan semata kebijakan pemerintah, tetapi juga respons atas tuntutan pengguna jalan dan pedagang di dalam pasar yang merasa sepi,” ujarnya.
Gatot menambahkan, pihaknya memastikan kapasitas Pasar Wage masih mencukupi untuk menampung pedagang yang direlokasi.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, yang hadir pada kegiatan tersebut menjelaskan, masa kepemimpinannya bersama Wabup Lintarti, salah satu programnya adalah penataan pasar.
Bagaimana menciptakan suasana pasar yang aman dan nyaman. Aman dan nyaman ini berlaku bagi penjual maupun pembeli.
“Tujuannya adalah menciptakan suasana yang nyaman, setelah nyaman jadi aman. Baik pedagang maupun pembelinya. Pelan-pelan saya bersama Bu Lintarti, akan merevitalisasi pasar, salah satu prioritasnya adalah ini, Pasar Wage,” katanya.
Proses penataan ini memang telah melalui proses panjang. Namun melalui pendekatan yang humanis akhirnya terjadi kesadaran dan kesepakatan.
“Selama 25 tahun tanpa batas penyelesaian, dengan langkah humanis akhirnya bisa merelokasi pedagang jalan wihara. Tujuannya agar pasar semakin nyaman dan pasar Wage semakin di minati pembeli,” kata dia.