
SERAYUNEWS – Manchester United dikabarkan bakal segera mengumumkan manajer interim untuk musim 2025/2026.
Manajemen Setan Merah terus mematangkan keputusan setelah resmi memecat Ruben Amorim awal Januari lalu.
Dua nama besar muncul sebagai kandidat terkuat, yakni Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjær. Keduanya disebut telah menjalani proses wawancara internal bersama manajemen klub.
Sejumlah pengamat sepak bola menilai Carrick berada selangkah lebih unggul dibandingkan Solskjær, terutama karena kedekatannya dengan filosofi permainan Manchester United serta pengalaman di kompetisi Inggris.
Sinyal kuat penunjukan Carrick diperkuat oleh laporan jurnalis ternama Fabrizio Romano melalui akun X miliknya, Senin (12/1/2026) WIB.
Romano mengungkapkan bahwa telah terjadi komunikasi positif antara pihak INEOS dengan manajemen Manchester United.
Kontak tersebut mengarah pada peluang besar Michael Carrick untuk ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United. Romano juga memastikan bahwa pengumuman resmi pelatih baru Setan Merah akan dilakukan dalam pekan ini.
Carrick dikabarkan menyambut antusias peluang kembali memimpin klub yang pernah membesarkan namanya sebagai pemain. Sementara itu, Ole Gunnar Solskjær juga telah menjalani wawancara dan kini menunggu keputusan akhir manajemen.
Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen Manchester United secara mengejutkan memecat Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026).
Keputusan tersebut muncul hanya sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, Minggu (4/1/2026).
Pelatih asal Portugal itu disebut terlibat ketegangan internal dengan pihak manajemen. Pemecatan ini pun memicu reaksi keras dari sebagian besar fans Manchester United.
Meski Amorim belum sepenuhnya menghadirkan performa konsisten, ia dinilai masih mampu menjaga peluang Setan Merah dalam persaingan tiket Liga Europa dan Liga Champions musim ini.
Michael Carrick memiliki keunggulan dari sisi pemahaman kultur klub dan pendekatan taktik modern.
Sementara Ole Gunnar Solskjær dinilai unggul dalam aspek kepemimpinan serta kedekatan emosional dengan suporter.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Manchester United dan INEOS, dengan publik menanti kepastian siapa yang akan memimpin transisi tim hingga pelatih permanen ditunjuk.