Kamis, 7 Juli 2022

Sudah Uzur, Jaringan Kabel Bawah Laut Nusakambangan Rawan Gangguan

Perairan Nusakambangan Cilacap

Cilacap, serayunews.com – Jaringan listrik yang berada di pulau Nusakambangan, dinilai sudah mulai tua. Untuk mengatasi hal itu, instalasi kabel listrik bawah laut dan sejumlah jaringan listrik yang ada di pulau tersebut akan diremajakan.

Manajer Bagian Perencanaan PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap, Fandi Gunawan Sianipar menjelaskan, pasokan listrik ke Pulau Nusakambangan disalurkan melalui kabel bawah laut milik PT Solusi Bangun Indonesia (sebelumnya PT Holcim). Dari usia kabel memang sudah tergolong tua, maka perlu diremajakan. Pihaknya sudah melaluka survei akhir terkait rencana peremajaan jaringan maupun pembangunan kabel laut menuju pulau penjara itu.

Baca juga  Pratama Arhan Debut di Liga Jepang, Tokyo Verdy Menang

“Menurut perhitungan yang ada, diperkirakan usia kabel bawah laut tersebut sekitar 23 tahun, hitungannya sudah tua untuk kabel, sehingga PLN berencana membangun jaringan sendiri,” jelasnya kepada wartawan.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu membuat jalur tersebut rawan gangguan. Padahal, di Nusakambangan ada beberapa objek vital yang membutuhkan pasokan listrik dengan kondisi prima, antara lain, lapas, perumahan warga, dan kampung laut. Saat ini, beban tertinggi di Pulau Nusakambangan sebesar 1,7-1,8 MW. Kabel bawah laut atau submarine cable yang akan dipasang memiliki panjang sekitar 1,5 Km. Pengerjaan proyek kabel laut ini tinggal menunggu proses perizinan selesai.

Baca juga  Komisi D DPRD Dorong Perusahaan Prioritaskan Rekrut Pekerja Warga Cilacap

“Nantinya kabel akan dipasang 5 meter di bawah dasar laut, hal itu untuk mencegah kerusakan di atas dasar laut yang berpotensi kena jangkar. Apalagi sebentar lagi akan ada pengembangan Pelabuhan Tanjung Intan, kapal-kapal besar akan lewat,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini