
SERAYUNEWS – THR lebaran 2026 karyawan swasta spa tetap dipotong pajak atau bisa diterima penuh?
Selain menjadi tambahan penghasilan yang sangat membantu kebutuhan Lebaran, THR juga kerap menimbulkan pertanyaan, terutama terkait apakah uang tersebut akan dipotong pajak atau dapat diterima secara penuh.
Isu ini kembali menjadi perbincangan karena banyak pekerja berharap dana THR dapat digunakan sepenuhnya untuk berbagai kebutuhan menjelang Lebaran, seperti biaya mudik, belanja kebutuhan rumah tangga, hingga persiapan hari raya bersama keluarga.
Pemerintah sendiri telah memiliki aturan jelas mengenai pemberian THR bagi pekerja. Namun, terkait pemotongan pajak atas THR, ada sejumlah ketentuan perpajakan yang juga harus dipahami oleh para karyawan.
Aturan Pemberian THR untuk Pekerja Swasta
Kewajiban perusahaan memberikan THR kepada pekerja diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016.
Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa perusahaan wajib membayarkan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.
Kebijakan ini dibuat untuk membantu pekerja memenuhi berbagai kebutuhan menjelang hari besar keagamaan, khususnya Idulfitri yang biasanya diiringi dengan peningkatan pengeluaran rumah tangga.
Selain itu, THR juga dianggap sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada pekerja atas kontribusi mereka selama bekerja.
Besaran THR umumnya setara dengan satu bulan gaji bagi pekerja yang telah bekerja minimal satu tahun.
Sementara itu, bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun, besaran THR biasanya dihitung secara proporsional sesuai masa kerja.
Apakah THR Lebaran 2026 untuk Karyawan Swasta Dipotong Pajak?
Meski menjadi hak pekerja, THR tetap termasuk dalam kategori penghasilan tambahan yang dikenai pajak.
Hal ini berarti THR karyawan swasta tetap dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh 21.
Kebijakan tersebut dijelaskan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang menyatakan bahwa THR merupakan bagian dari penghasilan yang masuk dalam perhitungan pajak tahunan pekerja.
Pemotongan pajak ini dilakukan berdasarkan mekanisme tarif efektif rata-rata atau TER yang telah diterapkan sejak tahun 2025.
Sistem tersebut dibuat agar pembayaran pajak penghasilan tidak menumpuk di akhir tahun.
Dengan mekanisme ini, pajak dibayarkan secara lebih merata sepanjang tahun melalui pemotongan pada penghasilan bulanan, termasuk ketika pekerja menerima THR.
Mengapa Potongan Pajak THR Bisa Terlihat Lebih Besar?
Sebagian pekerja sering merasa potongan pajak pada bulan penerimaan THR terlihat lebih besar dibanding bulan lainnya.
Hal ini terjadi karena penghitungan pajak didasarkan pada total penghasilan bruto yang diterima dalam satu bulan.
Ketika gaji dan THR dibayarkan pada periode yang sama, jumlah penghasilan dalam bulan tersebut otomatis meningkat. Akibatnya, nilai pajak yang dipotong juga menjadi lebih besar.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa pemotongan tersebut bukan merupakan pajak tambahan.
Potongan tersebut hanyalah bagian dari kewajiban pajak yang sebenarnya memang harus dibayarkan oleh wajib pajak selama satu tahun.
Cara Agar THR Bisa Diterima Secara Penuh
Meski secara umum THR dikenai pajak, terdapat skema tertentu yang memungkinkan pekerja menerima THR secara penuh tanpa potongan langsung.
Hal ini dapat terjadi jika perusahaan menerapkan kebijakan penanggungan pajak karyawan melalui metode yang dikenal sebagai skema gross up.
Dalam skema ini, perusahaan menanggung pajak penghasilan karyawan sehingga pekerja tetap menerima gaji dan THR secara utuh.
Pajak yang seharusnya dipotong dari penghasilan karyawan akan dibayarkan oleh perusahaan.
Menariknya, kebijakan ini juga memberikan keuntungan bagi perusahaan karena biaya pajak tersebut dapat dihitung sebagai pengurang penghasilan bruto perusahaan dalam perhitungan pajak.
Dengan demikian, baik pekerja maupun perusahaan sama-sama dapat memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut.
Pentingnya Mengelola THR dengan Bijak
Selain memahami aturan pajak, para pekerja juga dianjurkan untuk mengelola THR secara bijak agar tidak habis dalam waktu singkat.
Membuat perencanaan pengeluaran, memprioritaskan kebutuhan utama, serta menyisihkan sebagian dana untuk tabungan atau investasi bisa menjadi langkah yang bijak.
Dengan perencanaan keuangan yang baik, THR tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan Lebaran, tetapi juga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kondisi finansial pekerja.***









