
SERAYUNEWS- Musim hujan sering membawa masalah kesehatan kulit yang kerap diabaikan, salah satunya bau kaki.
Kondisi jalanan basah, sepatu lembap, dan kaki yang jarang mendapat udara segar membuat risiko bau kaki meningkat tajam, terutama pada orang yang aktif beraktivitas di luar rumah.
Masalah bau kaki tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga bisa memengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan kulit kaki.
Banyak orang mengira bau kaki adalah hal sepele, padahal menurut dokter spesialis kulit, kondisi ini bisa menjadi tanda ketidakseimbangan bakteri hingga infeksi jamur.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Irwan Handoko, menjelaskan bahwa musim hujan menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur berkembang di kaki.
Jika tidak ditangani dengan benar, bau kaki dapat menjadi masalah kronis yang sulit dihilangkan. Melansir berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya:
Menurut dr. Irwan Handoko, kaki memiliki kelenjar keringat yang sangat aktif. Saat kaki tertutup sepatu dalam kondisi basah atau lembap, keringat tidak dapat menguap dengan baik dan akhirnya menjadi media pertumbuhan bakteri.
Bakteri inilah yang memecah keringat menjadi senyawa berbau menyengat. Risiko ini semakin tinggi ketika sepatu jarang dikeringkan, kaus kaki tidak diganti, dan kebersihan kuku kaki kurang terjaga selama musim hujan.
Membersihkan kaki merupakan langkah paling mendasar untuk mencegah bau kaki. Dia menyarankan mencuci kaki menggunakan sabun setiap hari, terutama setelah beraktivitas di luar rumah saat hujan.
Pembersihan harus mencakup telapak kaki, sela-sela jari, dan area kuku. Setelah itu, kaki wajib dikeringkan hingga benar-benar kering karena sisa air dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur.
Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung memakai sepatu ketika kaki masih lembap. Menurutnya, kondisi kaki yang basah lalu tertutup sepatu akan menciptakan ruang hangat dan lembap yang sangat disukai bakteri.
Dokter menyarankan menggunakan handuk bersih khusus kaki atau menunggu beberapa menit hingga kaki benar-benar kering sebelum memakai kaus kaki dan sepatu.
Jenis kaus kaki sangat memengaruhi kesehatan kaki. dr. Irwan Handoko, SpKK menyarankan memilih kaus kaki berbahan katun atau serat alami yang mampu menyerap keringat dengan baik.
Kaus kaki sebaiknya diganti minimal satu kali sehari, atau lebih sering jika kaki terasa basah. Kebiasaan ini sangat penting untuk mencegah bau kaki selama musim hujan.
Dokter spesialis kulit menegaskan bahwa sepatu juga berperan besar dalam munculnya bau kaki. Menggunakan sepatu yang sama setiap hari membuat bagian dalam sepatu sulit kering sempurna.
Menurut dr. Irwan, idealnya seseorang memiliki lebih dari satu pasang sepatu dan menggunakannya secara bergantian. Sepatu yang basah perlu dijemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik.
Untuk mengontrol kelembapan, dokter merekomendasikan penggunaan bedak kaki atau antiperspiran khusus kaki. Produk ini membantu menyerap keringat dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Dia menyebutkan bahwa penggunaan rutin sebelum memakai kaus kaki dapat membantu menjaga kaki tetap kering lebih lama, terutama saat cuaca lembap.
Kuku kaki yang panjang dan jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan bakteri. Dokter menyarankan memotong kuku kaki secara rutin dan membersihkan area di sekitarnya.
Selain itu, kulit kaki yang menebal atau pecah-pecah juga perlu dirawat agar tidak menjadi sarang mikroorganisme penyebab bau kaki dan infeksi.
Beberapa produk antibakteri seperti semprotan disinfektan sepatu, deodoran kaki, hingga minyak esensial tertentu dapat digunakan sebagai perawatan tambahan. Namun, dokter menekankan penggunaannya harus sesuai aturan.
Menurut dia bahan seperti tea tree oil atau minyak kayu putih memiliki sifat antibakteri, tetapi tidak boleh digunakan berlebihan agar tidak menimbulkan iritasi kulit.
Membersihkan sepatu secara berkala sangat dianjurkan selama musim hujan. Dokter menyarankan bagian dalam sepatu juga diperhatikan karena di sanalah bakteri paling sering berkembang.
Sepatu sebaiknya disimpan di tempat kering dengan sirkulasi udara baik. Hindari menyimpan sepatu dalam keadaan lembap karena dapat memperparah bau kaki dan memicu pertumbuhan jamur.
Menjaga kaki agar tidak bau saat musim hujan memerlukan kebiasaan yang konsisten. Langkah sederhana seperti mencuci kaki, mengganti kaus kaki, dan mengeringkan sepatu terbukti efektif jika dilakukan rutin.
Jika bau kaki tidak kunjung hilang meski sudah menerapkan berbagai cara di atas, dia menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Bau kaki yang menetap bisa menjadi tanda infeksi jamur atau gangguan kulit yang memerlukan penanganan medis.