
SERAYUNEWS – Minat masyarakat terhadap motor listrik terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Kendaraan berbasis listrik dinilai lebih ramah lingkungan, hemat biaya operasional, serta minim perawatan dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Namun, harga motor listrik baru masih tergolong cukup tinggi bagi sebagian calon pengguna. Kondisi inilah yang membuat motor listrik bekas menjadi pilihan realistis dan semakin diminati.
Di pasaran, tersedia berbagai merek dan model motor listrik bekas, mulai dari produksi lokal hingga pabrikan internasional.
Meski terlihat menguntungkan dari sisi harga, membeli motor listrik bekas tetap memerlukan kehati-hatian ekstra.
Pasalnya, performa motor listrik sangat dipengaruhi oleh kondisi komponen utama, terutama baterai dan sistem kelistrikan yang memiliki usia pakai terbatas.
Mengapa Motor Listrik Bekas Perlu Dicek Lebih Teliti?
Berbeda dengan motor konvensional, motor listrik memiliki karakteristik khusus yang menuntut pemeriksaan detail sebelum transaksi dilakukan.
Riwayat pemakaian pemilik sebelumnya sangat menentukan kualitas unit yang dijual. Jika perawatan kurang optimal, bukan tidak mungkin pembeli harus mengeluarkan biaya tambahan dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, memahami aspek teknis dan nonteknis sebelum membeli motor listrik bekas menjadi langkah penting agar tidak salah pilih dan tetap mendapatkan kendaraan yang aman digunakan sehari-hari.
Tips Aman Membeli Motor Listrik
1. Kondisi Baterai Menjadi Faktor Penentu
Baterai merupakan komponen paling krusial pada motor listrik. Kapasitas dan kesehatannya sangat memengaruhi jarak tempuh serta kenyamanan berkendara.
Saat melihat unit motor listrik bekas, calon pembeli disarankan menanyakan usia baterai, frekuensi pengisian daya, serta riwayat pemakaian, termasuk apakah motor pernah terendam banjir atau air dalam waktu lama.
Idealnya, lakukan uji jalan bersama penjual untuk melihat apakah jarak tempuh masih mendekati spesifikasi pabrikan.
Jika terasa menurun signifikan, kondisi tersebut bisa menjadi dasar untuk menegosiasikan harga atau mempertimbangkan biaya penggantian baterai di masa depan.
2. Performa Motor Penggerak dan Controller
Selain baterai, motor penggerak dan controller juga perlu mendapat perhatian khusus. Kedua komponen ini berperan besar dalam mengatur akselerasi dan kestabilan tenaga.
Motor listrik yang masih sehat biasanya memberikan tarikan halus tanpa hentakan berlebihan.
Saat uji coba, dengarkan suara yang muncul dari motor. Bunyi kasar, getaran tidak wajar, atau respons yang lambat dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem penggerak.
Pemeriksaan sejak awal dapat mencegah potensi biaya perbaikan yang tidak sedikit.
3. Sistem Kelistrikan dan Charger Wajib Normal
Motor listrik sangat bergantung pada kestabilan sistem kelistrikan. Pastikan seluruh fitur seperti lampu, sein, klakson, panel indikator, dan speedometer berfungsi dengan baik.
Perhatikan pula apakah muncul peringatan error saat motor dinyalakan atau digunakan dalam waktu tertentu.
Charger bawaan juga sebaiknya masih menggunakan produk standar pabrikan. Pengisi daya non-resmi berisiko merusak baterai dan membahayakan keselamatan. Cek kondisi kabel, konektor, dan pastikan proses pengisian berjalan normal tanpa panas berlebih.
4. Kondisi Fisik dan Kaki-Kaki Tidak Boleh Diabaikan
Pemeriksaan visual tetap penting meskipun motor listrik tidak menggunakan mesin bensin. Perhatikan rangka, bodi, serta sambungan-sambungan penting untuk memastikan tidak ada bekas benturan atau karat yang mencurigakan.
Tanda-tanda bekas terendam air juga perlu diwaspadai karena dapat merusak sistem kelistrikan.
Bagian kaki-kaki seperti suspensi, rem, dan ban juga harus diperiksa. Suspensi yang masih empuk dan responsif menunjukkan motor masih layak digunakan untuk mobilitas harian.
5. Membaca Odometer untuk Menilai Pola Pemakaian
Odometer pada motor listrik bisa menjadi petunjuk penting dalam menilai intensitas penggunaan.
Dengan membandingkan total jarak tempuh dan estimasi jarak tempuh per sekali pengisian, pembeli dapat memperkirakan jumlah siklus baterai yang telah dilewati.
Semakin tinggi siklus pengisian, semakin besar kemungkinan kapasitas baterai menurun. Analisis sederhana ini membantu pembeli menentukan apakah harga yang ditawarkan masih sebanding dengan kondisi unit.
6. Pertimbangkan Kebutuhan dan Layanan Purna Jual
Sebelum memutuskan membeli, pastikan motor listrik bekas sesuai dengan kebutuhan penggunaan, baik untuk aktivitas harian jarak pendek maupun mobilitas rutin.
Selain itu, periksa ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual dari merek terkait. Merek dengan jaringan dealer luas cenderung lebih aman karena memudahkan perawatan dan klaim layanan.
Dengan memahami kondisi baterai, sistem penggerak, kelistrikan, hingga layanan purna jual, pembeli dapat memperoleh motor listrik bekas yang aman, efisien, dan tetap nyaman digunakan.***








