
SERAYUNEWS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan penjelasan resmi terkait perbedaan tahapan simulasi dan gladi bersih dalam rangkaian persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026.
Penjelasan ini disampaikan agar sekolah, peserta didik, serta orang tua tidak keliru memahami fungsi masing-masing tahapan sebelum pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.
Tes Kemampuan Akademik sendiri merupakan salah satu instrumen evaluasi pendidikan yang dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa secara terstandar.
Sebelum pelaksanaan utama, Kemendikdasmen menetapkan dua tahapan persiapan penting, yakni simulasi dan gladi bersih, yang memiliki tujuan serta mekanisme berbeda.
Ahli Pertama Pengembang Penilaian Pendidikan dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Fauzan Amin Nur Rochim, menjelaskan bahwa simulasi dan gladi bersih pada dasarnya merupakan bagian dari uji kesiapan pelaksanaan TKA.
Kedua tahapan ini difokuskan untuk mengukur kesiapan infrastruktur, baik dari sisi lokasi ujian, jaringan internet, perangkat komputer, hingga sistem teknis pendukung lainnya.
Melalui tahapan ini, penyelenggara dapat memetakan potensi kendala sejak dini agar tidak mengganggu pelaksanaan TKA utama.
Perbedaan paling mendasar antara simulasi dan gladi bersih terletak pada cakupan satuan pendidikan yang terlibat.
Pada tahap simulasi, hanya sekolah dengan status mandiri yang diwajibkan mengikuti kegiatan ini. Sekolah mandiri merupakan satuan pendidikan yang memiliki sarana dan prasarana sendiri untuk melaksanakan TKA tanpa menumpang di sekolah lain.
Sebaliknya, gladi bersih diikuti oleh seluruh satuan pendidikan, baik yang berstatus mandiri maupun menumpang.
Dengan demikian, gladi bersih menjadi tahapan persiapan yang lebih menyeluruh dan mencerminkan kondisi pelaksanaan TKA secara nyata di lapangan.
Dari sisi teknis, simulasi TKA menggunakan data dummy atau data contoh. Artinya, pelaksanaan simulasi tidak diwajibkan melibatkan siswa peserta TKA.
Sekolah dapat menjalankan simulasi hanya dengan operator atau tim teknis untuk memastikan sistem berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Berbeda dengan simulasi, gladi bersih menggunakan data sebenarnya. Pada tahap ini, sekolah wajib melibatkan murid yang terdaftar sebagai peserta TKA.
Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh alur pelaksanaan, mulai dari login peserta, pengerjaan soal, hingga pengiriman jawaban, dapat berjalan tanpa kendala teknis.
Kemendikdasmen juga telah menetapkan jadwal resmi untuk seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan TKA SMP tahun 2026.
Tahap simulasi TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026. Setelah itu, tahapan gladi bersih akan digelar pada 9 hingga 17 Maret 2026.
Sementara itu, pelaksanaan utama TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026.
Bagi peserta yang berhalangan atau mengalami kendala pada jadwal utama, Kemendikdasmen juga menyiapkan jadwal TKA susulan yang akan dilaksanakan pada 11 hingga 17 Mei 2026.
Nah itu dia penjelasan lengakap mengenai perbedaan simulasi dan gladi bersih TKA SMP 2026.***