
SERAYUNEWS – Seorang pelajar perempuan berusia 13 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di saluran irigasi Desa Cipari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Minggu (1/2/2026). Korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang.
Korban diketahui berinisial WDN (13), siswi asal Desa Segaralangu, Kecamatan Cipari.
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, peristiwa tragis tersebut bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua orang temannya datang ke rumah salah satu saksi, sebelum akhirnya bermain di sekitar saluran irigasi.
Ketiganya sempat menghabiskan waktu dengan berbincang santai, kemudian memutuskan bermain di saluran irigasi yang berada di Dusun Karang Tengah, Desa Cipari.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menjelaskan bahwa sekitar 20 menit setelah berkumpul, ketiga anak tersebut turun ke area irigasi.
Salah satu saksi lebih dahulu masuk ke aliran air untuk berenang. Setelah itu, korban dan satu saksi lainnya ikut masuk ke dalam irigasi, meskipun keduanya diketahui tidak bisa berenang.
“Saksi yang bisa berenang sempat mencoba menolong korban dan satu anak lainnya. Namun, hanya satu yang berhasil diselamatkan,” ujarnya.
Korban kemudian menghilang dari permukaan air dan diduga terseret arus saluran irigasi. Warga sekitar yang saat itu tengah melaksanakan kerja bakti di sekitar lokasi langsung melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Laporan resmi diterima oleh Satpol PP dan Damkar sekitar pukul 10.15 WIB. Petugas Pos Damkar Sidareja segera menuju lokasi dengan waktu tanggap sekitar 15 menit.
Proses pencarian dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Polsek Cipari, Babinsa, UPT BPBD Sidareja, Satpol PP, pemerintah desa, serta dibantu warga.
“Korban ditemukan sekitar pukul 11.11 WIB, berjarak kurang lebih 25 meter dari titik awal korban masuk ke irigasi,” jelas Gatot.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Cipari untuk dilakukan pemeriksaan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Gatot menambahkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat tentang bahaya saluran irigasi, khususnya bagi anak-anak.
Ia mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan dan tidak membiarkan anak bermain di lokasi yang berisiko.
“Saluran irigasi bukan tempat bermain. Meski terlihat tenang, arus air bisa berbahaya dan mengancam keselamatan,” tegasnya.