Selasa, 28 September 2021

Transaksi Udang Rebon di TPI Kemiren Capai Rp 75 Juta Perhari, Begini Ceritanya

udang, udang rebon, tpi kemiren, berita terkini, berita hari ini, cilacap
udang rebon. (Ulul)

Meskipun gelombang tinggi masih terjadi di wilayah perairan selatan Cilacap, sejumlah nelayan di Cilacap tetap berangkat melaut. Sebab di musim angin timuran ini, nelayan bisa mendapatkan tangkapan udang rebon yang melimpah. Nilai transaksinya pun cukup lumayan. Seperti di TPI Kemiren yang mencapai Rp 75 juta perhari.


Cilacap, serayunews.com

Pada musim udang rebon tahun ini, nelayan di Kemiren Kelurahan Tegalkamulyan Cilacap bisa mendapat tangkapan udang cukup melimpah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sebab menurut nelayan awal musim udang rebon baru mulai beberapa hari terakhir ini.

“Dapat tangkapan udang rebon ampas dan rebon krosok, dapatnya tidak mesti ya ada sekitar 50 kg, gelombang di tengah masih tinggi sekitar 3 meter jadi pendapatan menurun,” ujar Katiwan yang merupakan nelayan TPI  Kemiren Cilacap, Rabu (25/08).

Meski demikian, sejumlah nelayan juga masih ada yang merugi akibat tidak mendapat hasil tangkapan, padahal biaya operasional yang dikeluarkan setiap sekali melaut dibutuhkan sekitar Rp 200 ribu. Namun bagi nelayan yang beruntung dan mendapatkan hasil tangkapan melimpah, bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Ketua TPI Kemiren Sudir mengatakan, pada musim udang rebon kali ini, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kemiren Cilacap, harga udang hasil lelang bisa terjual hingg Rp 22 ribu, bahkan ada yang bisa terjual hingga Rp 30 ribu tergantung hasil pelelangannya dengan melihat kualitas udangnya.

“Ini nelayan mulai ada hasil, sekitar tiga empat hari ini, kalau sebelumnya sedikit hasilnya, tetapi nelayan tetap jalan melaut tidak berhenti meski PPKM karena sudah jadi mata pencaharian. Transaksi bisa mencapai Rp 75 juta perhari tergantung hasil tangkapan nelayan, kadang juga mendapat Rp 40 juta, dengan tangkapan sekitar 500 kg,” ujar Sudir sekaligus sebagai Ketua Kelompok Nelayan Kemiren.

Menurutnya, di TPI Kemiren masih bertahan sekitar 20 kapal nelayan, sebab ada sejumlah nelayan yang memilih ombaknya lebih kecil dibandingkan dengan di Pantai Kemiren. Meski demikian pihaknya optimis target pendapatan Rp 6 miliar di TPI Kemiren bisa tercapai.

“Harapanya bisa mencapai target Rp 6 miliar, sekarang baru sekitar Rp 2 miliar, harapannya juga kepada Pemerintah agar diberikan pemecah ombak supaya nelayan Kemiren dan sekitarnya lebih aman,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini