Sabtu, 8 Oktober 2022

Unik, Warga Desa Pesanggrahan Kroya Kompak Bayar Pajak dengan ‘Bobok Bumbung’

Kepala Desa Pesangrahan Sarjo serahkan bumbung berisi uang pajak milik warga kepada Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (Foto : Ulul Azmi).

Cara berbeda dan unik dilakukan warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, dalam membayar iuran pajak bumi dan bangunan (PBB). Melalui tradisi budaya yang dilestarikan, pembayaran pajak dilakukan dengan bobok bumbung atau membongkar hasil simpanan dalam wadah bambu (bumbung) yang dikumpulkan selama setahun.


Kroya, serayunews.com

Tradisi budaya bobok bumbung sudah menjadi khas tersendiri bagi masyarakat Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya ini. Pasalnya tradisi ini sudah dijalankan turun temurun beberapa tahun lamanya.

Di tahun 2022 ini, merupakan bobok bumbung yang ke 7, meski harusnya digelar yang ke 8, karena tahun 2021 batal digelar akibat pandemi Covid-19, dan mulai kembali digelar tahun ini dengan protokol kesehatan ketat.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis bumbung (bambu) berisi uang untuk membayar pajak diserahkan oleh Kepala Desa Pesangrahan Sarjo kepada Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Sebelumnya, bumbung dikumpulkan setiap RT dan dibawa ke balai desa dengan jolen.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat membantu pemerintah mempercepat pembayaran PBB, ini hal yang menarik dan perlu dicontoh adalah SPPT nya belum dibagi, pagunya sudah ditetapkan, tapi uangnya sudah siap langsung dari masyarakat,” ujar Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman usai hadiri acara bobok bumbung di Desa Pesangrahan, Senin (31/01/2022).

Warga mengantar bumbung berisi uang simpanan untuk membayar pajak dengan jolen diserahkan kepada Kepala Desa Pesanggrahan (Ulul Azmi).

Wabup Syamsul menilai, bahwa yang dilakukan oleh warga Desa Pesanggrahan patut dicontoh desa-desa lain yang kerap kesulitan dalam memungut iuran pajak dari masyarakatnya. Terlebih inovasi ini juga memiliki nilai unsur kebudayaan yang terus dilestarikan. Meski demikian, Wabup terus ingatkan agar kegiatan senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Kepala Desa Pesanggrahan Sarjo mengatakan, festival bobok bumbung diselenggarakan secara sederhana karena masih dalam situasi pendemi Covid. Bahkan acara juga digelar hanya kegiatan intinya saja.

“Tahun-tahun sebelumnya, festival bobok bumbung digelar bisa hingga empat hari serta ada arak-arakan jolen keliling desa. Dalam rangkainnya juga ada kesenian budaya lokal yang dipentaskan, namun kali ini hanya sehari dan acara intinya saja,” ujarnya.

Adapun jumlah wajib pajak di Desa Pesanggrahan berjumlah sekitar 2000 dan jumlah SPPT sebanyak 2.090 dengan pagu pajak sebesar Rp85.352.002. Jumlah tersebut naik 20% dari sebelumnya sebesar sekitar Rp 70 juta.

Meskipun ada kenaikan pajak hingga 20%, tak surutkan semangat warga Desa Pesanggrahan tetap membayar pajaknya lebih awal waktu, sebab mereka sudah memiliki simpanan tabungan dalam bumbung tersebut.

Seperti halnya salah satu warga RT 01 RW 01 bernama Rudi Tri Martono yang mengatakan meskipun ada kenaikan namun dirasa tetap ringan, sebab dengan adanya bumbung yang dibagikan setiap wajib pajak. Sehingga, banyak kesempatan menabung setiap harinya meski jumlahnya kecil.

“Keluarga saya bayar pajaknya Rp291.500, jadi seminggu sekali atau beberapa waktu nabung mulai dari Rp 500 hingga Rp 1000 jadi terasa ringan pas jatuh tempo pembayaran,” ujarnya sekaligus sebagai Ketua RT.

Warga berharap agar pandemi segera berakhir sehingga festival bobok bumbung ke depan bisa digelar lebih meriah lagi. Banyak wisatawan lokal hingga mancanegara bisa hadir menyaksikan tradisi budaya kearifan lokal dari paguyuban anak putu Desa Pesanggrahan. Selain itu, kegiatan ini juga pernah dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Festival bobok bumbung tahun 2022 ini dihadiri Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Dinas terkait, Forkopimcam, dan sejumlah tamu undangan.

Berita Terpopuler

Berita Terkini