
SERAYUNEWS – Universitas Terbuka (UT) Purwokerto terus memperkuat sistem pembelajaran jarak jauh melalui transformasi digital dan peningkatan kualitas akademik. Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan perkembangan zaman, sekaligus memastikan mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan kompetensi yang lebih baik.
Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pembekalan Tutor UT Purwokerto Semester Genap 2025/2026 yang digelar di Aula UT Purwokerto lantai 4, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Penguatan Metodologi dan Kualitas Akademik: Peningkatan Kualitas Tutorial Tatap Muka dalam Mengatasi Learning Gap Mahasiswa.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si, M.Si menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk lebih adaptif, baik terhadap perkembangan teknologi maupun karakter mahasiswa, khususnya generasi Z.
Ia menekankan bahwa proses pembelajaran tidak lagi cukup hanya berfokus pada penyampaian materi. Perguruan tinggi perlu menghadirkan metode yang mampu mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses belajar.
“Kita perlu strategi agar penyampaian informasi benar-benar dipahami, terutama oleh mahasiswa generasi Z. Tutorial harus lebih interaktif dan mendorong diskusi, bukan sekadar penyampaian materi,” ujarnya.
Menurutnya, tutorial tatap muka harus mampu menjadi ruang interaksi yang hidup, bukan hanya transfer pengetahuan secara satu arah. Pendekatan ini dinilai penting untuk mengatasi kesenjangan pemahaman atau learning gap yang masih dialami sebagian mahasiswa.
Dalam paparannya, Dr. Prasetyarti juga menyoroti tantangan akademik yang masih dihadapi mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa meskipun banyak mahasiswa memperoleh nilai tutor yang baik, tidak semuanya mampu memenuhi standar kelulusan yang ditetapkan.
Sebagai langkah peningkatan mutu, UT menargetkan pada tahun 2027 seluruh mahasiswa dapat lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,5. Target ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas lulusan secara menyeluruh.
Perjalanan Universitas Terbuka dalam mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh telah berlangsung cukup panjang. Awalnya, UT mengandalkan modul cetak dan siaran televisi melalui TVRI sebagai media pembelajaran.
Seiring perkembangan teknologi, metode tersebut terus berevolusi, mulai dari penggunaan kaset dan CD hingga akhirnya beralih ke sistem digital berbasis internet. Bahkan sejak 2001, UT telah memanfaatkan email sebagai bagian dari layanan akademik.
Transformasi ini menunjukkan konsistensi UT dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Komitmen UT dalam memperkuat kualitas pembelajaran juga terlihat dari peningkatan jumlah tutor. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 36 ribu tutor terlibat dalam sistem pembelajaran UT, meningkat signifikan dibandingkan 25 ribu tutor pada tahun sebelumnya.
“Kami memiliki peran strategis karena mampu menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses perguruan tinggi lain. Ini menjadi kekuatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” jelasnya.
Dengan jangkauan yang luas, UT memainkan peran penting dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.
Dalam hal evaluasi pembelajaran, UT juga terus mengembangkan sistem berbasis teknologi. Saat ini, sekitar 80 persen ujian telah dilaksanakan secara online, sementara sisanya masih dilakukan secara tatap muka.
Ke depan, UT tengah mengembangkan sistem ujian berbasis perangkat mobile seperti Android untuk memberikan kemudahan akses yang lebih luas bagi mahasiswa.
Transformasi ini didorong oleh berbagai faktor, antara lain perkembangan teknologi digital, perubahan kebutuhan pendidikan jarak jauh, serta meningkatnya kebutuhan akan upskilling, micro-credential, dan sertifikasi kompetensi.
Dalam implementasinya, UT menerapkan berbagai metode pembelajaran modern. Pendekatan yang digunakan meliputi diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, hingga pembelajaran berbasis proyek agar mahasiswa mampu mengaplikasikan teori dalam situasi nyata.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti Learning Management System (LMS), Massive Open Online Courses (MOOCs), serta gamifikasi menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang terus dikembangkan.
Pendekatan personal juga diterapkan untuk menyesuaikan metode belajar dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan
Dr. Prasetyarti menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan di UT bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa, tetapi juga seluruh civitas akademika.
“Kita harus bergerak bersama. Seluruh civitas akademika memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan mahasiswa bisa berhasil,” tegasnya.
Kolaborasi yang solid antara mahasiswa, tutor, dan institusi diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.***