
SERAYUNEWS — Langkah Wijayakusuma FC Cilacap di Liga 4 Jawa Tengah harus terhenti di babak 16 besar setelah ditahan imbang Persebi Boyolali tanpa gol.
Bermain di kandang sendiri, Stadion Wijayakusuma Cilacap, Rabu (28/1/2026), tim berjuluk Laskar Pule Bahas gagal memaksimalkan peluang dan harus puas dengan skor 0-0.
Hasil tersebut membuat Wijayakusuma FC dipastikan gagal melaju ke babak 8 besar Liga 4 Jateng 2025/2026, sementara Persebi Boyolali berhak melangkah ke fase berikutnya.
Sejak menit awal, Wijayakusuma FC tampil agresif dengan mengambil inisiatif serangan. Dukungan suporter yang memadati stadion mendorong para pemain terus menekan pertahanan Persebi.
Sejumlah peluang emas tercipta, baik melalui serangan dari sisi sayap maupun umpan terobosan ke jantung pertahanan lawan.
Namun, rapatnya barisan belakang Persebi membuat setiap peluang Wijayakusuma FC kerap kandas sebelum berbuah gol.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Wijayakusuma FC terus mencoba memecah kebuntuan, namun masalah utama justru terletak pada penyelesaian akhir.
Pelatih Wijayakusuma FC, Mohamad Yahya, mengakui kegagalan timnya bukan karena kurang peluang, melainkan ketenangan di area krusial.
“Pertandingan kali ini memang terjadi masalah di finishing. Menghadapi lawan dengan pertahanan berlapis, saya lihat pemain saya tidak cukup tenang,” kata Yahya seusai laga.
Ia menambahkan, beberapa peluang matang yang tercipta justru berakhir sia-sia dan memicu rasa frustrasi di kalangan pemain.
“Ada beberapa bola yang seharusnya menjadi gol, tapi tidak menjadi gol. Di situ terlihat ada keputusasaan pemain,” ujarnya.
Yahya juga memberikan apresiasi terhadap solidnya pertahanan Persebi Boyolali yang bermain sangat disiplin sepanjang laga.
“Pertahanan mereka memang cukup bagus. Empat pemain belakang mereka tidak pernah naik sampai setengah lapangan. Kami sudah melakukan beberapa variasi serangan, menusuk ke ruang kosong dan segala macam, tapi tetap tidak tembus,” tuturnya.
Menurut Yahya, kunci permainan Persebi terletak pada pertahanan berlapis serta kemampuan memutus alur bola di lini tengah, sehingga Wijayakusuma FC lebih banyak menyerang dari sisi sayap.
Selain faktor teknis, Yahya turut menyoroti kepemimpinan wasit. Ia menilai timnya seharusnya mendapatkan hadiah penalti pada salah satu momen di babak kedua.
“Harusnya kita dapat penalti, itu sudah jelas. Kenapa tidak dikasih, malah kita dianggap diving,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan usai laga, mengingat pertandingan berlangsung ketat dan hasil imbang sudah cukup bagi Persebi untuk melaju ke babak 8 besar.
Atas kegagalan tersebut, Yahya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Cilacap dan para pendukung setia Wijayakusuma FC.
“Yang terakhir saya ucapkan, saya minta maaf Wijayakusuma FC hanya sampai di 16 besar,” katanya.
Dengan hasil ini, kiprah Wijayakusuma FC di Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026 resmi berakhir di fase 16 besar.