
SERAYUNEWS-Pelatih Wijayakusuma FC Cilacap, Mohamad Yahya, mengakui timnya menghadapi banyak kendala saat bertandang ke markas Persibat Batang pada laga kedua yang digelar di Stadion Moh Sarengat, Minggu (11/1/2026). Hujan deras yang mengguyur sepanjang pertandingan membuat permainan tim tamu tak berjalan maksimal hingga akhirnya harus pulang tanpa poin usai kalah tipis 0-1.
Yahya mengungkapkan, kondisi cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi jalannya pertandingan. Bahkan, laga sempat dihentikan pada menit ke-28 babak pertama akibat hujan lebat yang membuat kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk langsung dilanjutkan.
“Pertandingan sempat dihentikan sekitar 30 menit. Setelah ditunggu, kondisi lapangan dinilai masih bisa dipakai meski hanya sekitar 70 persen karena masih ada genangan di beberapa titik,” ujar Yahya, Selasa (13/1/2026).
Ia menyebut, baik dirinya maupun pelatih Persibat Batang, Lukas Tumbuan, sebenarnya mengusulkan agar pertandingan ditunda dan dilanjutkan keesokan harinya. Pertimbangan tersebut dilakukan demi menjaga kualitas pertandingan sekaligus meminimalkan risiko cedera pemain.
“Kami menyarankan ditunda. Bukan soal kalah atau menang, tapi menjaga kualitas laga dan keamanan pemain. Tapi karena penilaian lapangan dianggap masih layak, pertandingan akhirnya tetap dilanjutkan,” jelasnya.
Setelah laga kembali dimainkan, babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Namun memasuki babak kedua, kondisi cuaca yang masih hujan deras serta waktu istirahat yang relatif singkat membuat pemain Wijayakusuma FC kesulitan kembali ke ritme permainan.
Akibat kondisi lapangan yang tergenang, sejumlah skema permainan yang telah dipersiapkan sebelumnya tak bisa dijalankan. Penguasaan bola yang menjadi andalan tim asal Cilacap pun kerap tersendat.
“Kami harus banyak mengubah pola. Justru di babak kedua peluang lebih banyak kami dapatkan, tapi kondisi lapangan sangat memengaruhi,” kata Yahya.
Gol kemenangan Persibat Batang akhirnya tercipta pada menit-menit akhir pertandingan. Yahya menilai proses terjadinya gol tak lepas dari kondisi lapangan yang licin dan jarak pandang yang terbatas akibat hujan dan kabut.
“Terjadinya goal di menit ke 42 (babak ke2) itu karena terjadi di titik rawan, itu pun hanya sentuhan sedikit. Karena kerancuan wasit itu disitu, cuaca hujan lebat, kabut turun dengan air,” ujarnya.
Meski demikian, Yahya menegaskan dirinya telah melupakan hasil pertandingan tersebut dan memilih fokus menatap laga selanjutnya. Wijayakusuma FC dijadwalkan bertandang ke markas ISP Purworejo pada Minggu (18/1) sebelum kembali menjamu Persibat Batang pada Rabu (21/1).
“Kami tidak menganggap enteng Purworejo. Semua tim punya kekuatan yang sama. Target kami tetap mencuri poin,” tegasnya.
Meski kalah dari Persibat Batang, peluang Wijayakusuma FC di Grup G untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka. Saat ini, Wijayakusuma FC berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi tiga poin, di bawah Persibat Batang yang mengoleksi enam poin. Sementara ISP Purworejo masih belum meraih poin.