
SERAYUNEWS – Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 22 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga 31 Maret 2026. Dari total tersebut, penyebab paling dominan adalah korsleting listrik, yang menjadi perhatian serius bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengungkapkan bahwa gangguan instalasi listrik menjadi faktor utama pemicu kebakaran di wilayahnya.
“Dari data yang kami himpun, sebanyak 15 kejadian kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Ini angka yang cukup tinggi dan perlu diwaspadai bersama,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Selain korsleting, faktor lain yang turut memicu kebakaran antara lain human error atau kelalaian manusia sebanyak enam kasus, serta penggunaan tungku atau gas LPG dalam satu kejadian. Sementara itu, penyebab dari rokok atau korek api tidak tercatat dalam periode tersebut.
Dari sisi lokasi, kebakaran paling banyak terjadi di kawasan pemukiman warga. Tercatat 14 kejadian terjadi di lingkungan tempat tinggal, sementara 8 lainnya terjadi di sektor dunia usaha. Hal ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran masih tinggi di area padat penduduk, terutama yang memiliki instalasi listrik kurang layak.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, dampak kerugian material akibat kebakaran cukup signifikan. Gatot menyebut total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp654 juta, dengan 21 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian material tetap menjadi perhatian kami. Ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan sejak dini,” jelasnya.
Selain kejadian kebakaran, Damkar Cilacap juga mencatat berbagai operasi penyelamatan non-kebakaran, seperti penanganan sarang tawon, evakuasi ular, hingga penyelamatan hewan liar dan warga. Aktivitas ini menunjukkan peran Damkar yang semakin luas dalam pelayanan masyarakat.
Untuk menekan angka kebakaran, Damkar Cilacap terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan inspeksi. Hingga Maret 2026, tercatat 56 kegiatan sosialisasi telah dilakukan kepada masyarakat, serta enam kegiatan inspeksi bangunan gedung.
Gatot menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing. Ia juga mengimbau agar warga rutin memeriksa kondisi kabel dan perangkat listrik guna menghindari potensi korsleting.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan, terutama dalam penggunaan listrik. Pencegahan adalah kunci utama agar kejadian serupa bisa diminimalisir,” tandasnya.