
SERAYUNEWS-Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, ratusan juru sembelih halal yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (Juleha) Banjarnegara mengikuti Apel Akbar dan Juleha Fest 2026. Acara dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat edukasi dan kesiapan para juru sembelih dalam memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam, higienis, serta memenuhi standar keamanan pangan.
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah hewan kurban yang disembelih di Kabupaten Banjarnegara mencapai hampir 5.000 ekor sapi dan lebih dari 7.000 ekor kambing serta domba. Tingginya volume penyembelihan tersebut membuat kebutuhan akan juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi menjadi semakin penting.
Ketua DPD Juleha Banjarnegara, Saefurohman, mengatakan gerakan Juleha hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap jaminan kehalalan produk daging yang dikonsumsi masyarakat.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang menegaskan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan terhadap produk halal.
“Juleha berkomitmen mencetak juru sembelih halal yang mampu menghasilkan daging dengan standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kompetensi para juru sembelih mengacu pada Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) tahun 2022.
Sejak dikukuhkan pada akhir 2023 dan mendapatkan pengakuan sebagai organisasi kemasyarakatan melalui Surat Keputusan Bupati Banjarnegara pada Januari 2025, DPD Juleha Banjarnegara terus aktif melakukan pembinaan.
Hingga saat ini, organisasi tersebut telah menyelenggarakan 19 kali bimbingan teknis dengan total anggaran mencapai Rp543 juta. Dari program tersebut, tercatat sebanyak 1.068 alumni juru sembelih halal telah berhasil mendapatkan sertifikasi.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, yang hadir mewakili Bupati Banjarnegara, memberikan apresiasi terhadap dedikasi para juru sembelih halal di daerahnya.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penerapan tiga prinsip utama dalam proses penyembelihan hewan kurban, yakni “Asah, Asih, dan Asuh”.
Prinsip “Asah” menitikberatkan pada penggunaan alat sembelih yang tajam agar hewan tidak mengalami penderitaan berlebih saat disembelih. Sementara prinsip “Asih” mengedepankan perlakuan yang humanis dan memperhatikan kesejahteraan hewan.
Adapun prinsip “Asuh” berkaitan dengan proses penanganan daging agar tetap higienis, halal, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Dari tangan para juru sembelih inilah ditentukan apakah daging yang dihasilkan menjadi makanan yang halal dan membawa keberkahan, atau justru sebaliknya,” kata Wakhid.
Senada dengan itu, Kepala DPPKP Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menyatakan dukungannya terhadap penguatan kaderisasi juru sembelih halal hingga tingkat desa dan takmir masjid.
Menurutnya, ke depan program pelatihan dan bimbingan teknis diharapkan dapat menjangkau seluruh desa agar setiap wilayah memiliki petugas penyembelihan yang terlatih secara mandiri.
Selain apel akbar, Juleha Fest 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan praktik lapangan. Peserta mendapatkan demonstrasi penyembelihan kambing, teknik boning atau pemisahan tulang secara profesional, hingga metode merobohkan sapi secara humanis tanpa melukai fisik hewan.
Panitia juga menghadirkan edukasi pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem guna memastikan kesehatan hewan serta kualitas daging yang layak dikonsumsi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan layanan asah pisau gratis, pemeriksaan standar kelayakan alat sembelih, serta bazar pisau lokal yang ramai dikunjungi peserta dan masyarakat.