
SERAYUNEWS – Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi para santri untuk memperdalam ilmu agama sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum.
Salah satu kegiatan yang sering dilakukan di pesantren adalah kultum atau kuliah tujuh menit setelah shalat tarawih maupun sebelum berbuka puasa.
Kultum Ramadhan biasanya berisi pesan singkat namun padat makna, terutama seputar keutamaan puasa dan amalan di bulan suci.
Berikut ini tiga contoh kultum Ramadhan berdurasi sekitar tujuh menit dengan tema puasa yang bisa digunakan santri sebagai referensi. Teks disusun ringkas, mudah dipahami, dan tetap sarat pesan moral.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.
Hadirin yang dirahmati Allah, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah latihan keikhlasan.
Mengapa demikian? Karena ketika kita berpuasa, tidak ada yang benar-benar tahu apakah kita sungguh-sungguh menahan diri atau tidak, kecuali Allah SWT.
Di sinilah letak nilai keikhlasan. Kita menahan makan dan minum bukan karena takut kepada manusia, melainkan karena taat kepada perintah Allah.
Bahkan ketika sendirian dan ada kesempatan untuk membatalkan puasa secara diam-diam, kita tetap menjaga diri.
Puasa juga mengajarkan kesabaran. Saat lapar dan haus, kita belajar mengendalikan emosi. Kita tidak mudah marah, tidak berkata kasar, dan berusaha menjaga lisan.
Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa jika ada orang yang mengajak bertengkar, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”
Sebagai santri, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki niat dalam setiap ibadah.
Mengaji bukan karena ingin dipuji, beribadah bukan karena ingin dianggap alim, tetapi semata-mata karena Allah SWT.
Semoga puasa kita menjadi puasa yang penuh keikhlasan dan diterima oleh Allah SWT. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah mewajibkan puasa agar kita menjadi pribadi yang bertakwa. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW.
Saudara-saudaraku sesama santri, tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan tidak hanya terlihat dari ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak sehari-hari.
Puasa melatih kita untuk jujur. Saat sahur dan berbuka, kita disiplin terhadap waktu. Kita tidak menambah atau mengurangi aturan sesuai keinginan sendiri. Semua dilakukan sesuai syariat.
Selain itu, puasa menumbuhkan rasa empati. Ketika kita merasakan lapar, kita menjadi lebih peka terhadap saudara-saudara kita yang kekurangan.
Dari sinilah lahir semangat berbagi, baik melalui sedekah, infak, maupun membantu teman yang membutuhkan.
Sebagai santri, akhlak adalah mahkota. Ilmu tanpa akhlak tidak akan membawa keberkahan. Maka di bulan Ramadhan ini, mari kita jaga sikap kepada guru, hormati teman, dan perbanyak amal kebaikan.
Semoga melalui puasa, Allah membentuk kita menjadi generasi yang berilmu dan berakhlakul karimah. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan menjalani ibadah puasa Ramadhan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya.
Hadirin yang dirahmati Allah, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang bisa mengurangi pahala.
Banyak orang berpuasa, namun hanya mendapatkan rasa lapar karena tidak menjaga lisannya, tidak menjaga pandangannya, dan masih melakukan hal-hal yang sia-sia.
Sebagai santri, kita memiliki tanggung jawab lebih untuk menjaga kualitas puasa. Hindari perkataan yang menyakiti, jauhi perbuatan yang tidak bermanfaat, dan gunakan waktu untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan doa.
Ramadhan adalah bulan latihan. Jika kita mampu menjaga diri selama satu bulan penuh, insyaAllah kebiasaan baik itu akan terbawa hingga bulan-bulan berikutnya. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita.
Mari kita jaga puasa kita, bukan hanya secara lahir, tetapi juga secara batin. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ketiga contoh kultum di atas dapat disesuaikan kembali dengan gaya bahasa masing-masing santri.
Yang terpenting, pesan disampaikan dengan penuh kesungguhan, suara yang jelas, serta niat yang tulus karena Allah SWT.***