
SERAYUNEWS – Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menyambut 450 mahasiswa baru melalui kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) Semester 2025/2026 Genap tahap keempat.
Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa memasuki sistem pendidikan tinggi berbasis pembelajaran jarak jauh.
OSMB dan KU digelar di Hotel Aston Purwokerto, Minggu (8/2/2026), dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem belajar di Universitas Terbuka yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, serta adaptasi teknologi.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., membuka langsung kegiatan tersebut. OSMB tahap keempat ini mengusung tema “Change your mindset, and Transform yourself to be ready for Any Challenge”, yang menekankan transformasi pola pikir mahasiswa agar siap menghadapi tantangan akademik dan dunia kerja.
Tema tersebut dinilai relevan dengan karakteristik UT sebagai perguruan tinggi terbuka yang mengedepankan fleksibilitas sekaligus tanggung jawab pribadi dalam proses pembelajaran.
Dalam sambutannya, Prasetyarti menegaskan posisi Universitas Terbuka sebagai mega university yang terus bertransformasi menuju World Class University. Saat ini, UT resmi menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) ke-21 dari total 24 PTN-BH di Indonesia.
Status tersebut menempatkan UT sejajar dengan perguruan tinggi negeri ternama lainnya, sekaligus memperkuat legitimasi kualitas pendidikan yang ditawarkan kepada masyarakat luas.
Prasetyarti menekankan bahwa OSMB memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa sejak awal masa studi.
“Proses pembelajaran yang dimulai dari OSMB ini bukan sekadar rutinitas, namun merupakan awal dari perjalanan panjang menuju kesuksesan,” kata dia.
Menurutnya, OSMB menjadi titik awal penanaman nilai kemandirian, progresivitas, serta kesiapan mental mahasiswa untuk menjalani sistem pembelajaran jarak jauh.
Hingga periode ini, tercatat sekitar 3.700 mahasiswa telah mendaftar di UT Purwokerto. Secara nasional, Universitas Terbuka menaungi sekitar 756 ribu mahasiswa, sementara UT Purwokerto sendiri mengelola kurang lebih 30 ribu mahasiswa aktif.
Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UT sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif dan inklusif.
Sebagai bagian dari Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ), OSMB bersifat wajib bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh tentang sistem belajar mandiri di UT.
Prasetyarti menegaskan bahwa UT memiliki fasilitas akademik yang dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.
“Mana ada perguruan tinggi perguruan tinggi yang menyiapkan buku bahan ajar yang sudah include setiap materi dan setiap jurusan. Bahkan media media yang dapat dimanfaatkan,” ungkapnya.
Berbeda dengan kampus konvensional yang mengharuskan kehadiran tatap muka rutin, UT menawarkan fleksibilitas waktu dan tempat belajar. Namun, fleksibilitas tersebut menuntut kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi dari mahasiswa.
“Mahasiswa harus mengubah pola pikir. Kuliah di UT menuntut kemandirian. Ini juga menjadi keunggulan karena mahasiswa bisa bekerja sambil kuliah,” katanya.
Prasetyarti juga menepis anggapan bahwa Universitas Terbuka hanya diperuntukkan bagi kalangan ekonomi tertentu. Menurutnya, UT merupakan solusi pendidikan inklusif yang dapat diakses siapa saja tanpa mengorbankan kualitas.
UT didukung oleh sekitar 35 ribu tutor yang tersebar di seluruh Indonesia, siap memfasilitasi proses pembelajaran mahasiswa lintas daerah.
Mahasiswa baru UT Purwokerto pada OSMB tahap keempat ini berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Brebes, Tegal, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, hingga Banyumas. Keberagaman latar belakang geografis tersebut memperkuat identitas UT sebagai kampus terbuka yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menutup arahannya, Prasetyarti mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, terus berinovasi, serta fokus menyelesaikan studi tepat waktu. Ia berharap mahasiswa merasa bangga menjadi bagian dari civitas akademika UT Purwokerto.
“Saya berharap mahasiswa tetap aktif dan inisiatif dalam menjalani proses pembelajaran di UT Purwokerto,” kata dia.