Selasa, 6 Desember 2022

Air Bersih dan Sanitasi Masih jadi PR Pemkab Purbalingga 

Pelatihan KPP DAK Sanitasi Tahun 2022, di objek wisata Purbasari Pancuran Mas, beberapa waktu lalu. (Dok Dinrumkim Purbalingga)

Sanitasi dan air bersih, tak bisa terpisahkan dan menjadi hal penting dalam kelangsungan hidup. Sejumlah persoalan bisa karena pengaruh kebersihan air dan lingkungan. Maka dari itu, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinrumkim) Purbalingga terus berupaya menyelesaikan persoalan sanitasi dan air bagi masyarakat.


Purbalingga, serayunews.com

Air menjadi kebutuhan wajib bagi kelangsungan hidup manusia. Baik kebutuhan untuk konsumsi, maupun untuk mandi dan mencuci. Namun, warga tak boleh mengabaikan kualitas air.

Kemanfaatan air bisa berkorelasi dengan banyak hal bagi kehidupan manusia. Mulai dari kesehatan, sampai persoalan ekonomi. Maka penting bagi masyarakat, bisa menjaga keberadaan air bersih.

Sekretaris Dinrumkim Kabupaten Purbalingga, Hadiono menyampaikan, pihaknya telah membangun sanitasi dan air minum di 4 desa. Pembangunan ini menelan anggaran sebesar Rp1,876 miliar untuk 283 unit yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022.

“Pelaksanaan program di Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon sebanyak 68 unit, Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol sebanyak 75 unit. Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari sebanyak 73 unit. Desa Langkap Kecamatan Kertanegara sebanyak 67 unit,” katanya, Senin (7/11/2022).

Tahun 2023, Pemerintah Purbalingga melalui Dinrumkim akan mendapatkan kegiatan DAK air minum dan sanitasi. Hal ini guna menuntaskan masalah ketersediaan air bersih dan sanitasi yang ada di Purbalingga.

Dia berpesan, agar warga menjaga dan merawat fasilitas tersebut dengan baik. Sehingga, keberadaannya bisa awet dan tetap bisa bermanfaat.

Ketua KPP Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon Suparno mengatakan, DAK Sanitasi perlu berlanjut karena masih banyak masyarakat di Desa Majatengah yang membutuhkan.

Berita Terpopuler

Berita Terkini