
SERAYUNEWS – Gangguan ain dan jin merupakan dua hal yang diyakini keberadaannya dalam ajaran Islam.
Keduanya dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak yang secara fisik dan mental masih rentan. Ain dikenal sebagai gangguan yang berasal dari pandangan mata seseorang yang disertai rasa dengki, iri, atau kekaguman berlebihan tanpa menyebut nama Allah.
Sementara itu, gangguan jin berkaitan dengan makhluk halus yang diciptakan Allah SWT dari api, sebagaimana manusia diciptakan dari tanah.
Dalam berbagai literatur keislaman, dijelaskan bahwa jin memiliki karakteristik yang beragam.
Ada jin yang beriman dan ada pula yang kafir, sebagaimana manusia. Beberapa di antaranya dapat mengganggu manusia dengan izin Allah sebagai bentuk ujian.
Rasulullah SAW pun menegaskan bahwa penyakit ain benar-benar ada dan dampaknya nyata, bahkan bisa memengaruhi kondisi fisik seseorang.
Mengapa Anak Rentan Terkena Ain?
Anak-anak sering kali menjadi sasaran penyakit ain karena perhatian berlebih dari lingkungan sekitar.
Orang tua yang kerap membagikan foto, video, atau pencapaian anak di media sosial tanpa disertai doa perlindungan, secara tidak sadar dapat membuka peluang munculnya pandangan hasad dari orang lain.
Selain itu, rasa kagum yang tidak diiringi doa juga termasuk salah satu sebab terjadinya ain.
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga anak-anak dengan doa dan dzikir, karena perlindungan terbaik hanya datang dari Allah SWT. Membiasakan doa sejak dini menjadi bentuk ikhtiar spiritual yang sangat dianjurkan bagi setiap orang tua.
Doa Perlindungan untuk Anak dari Ain dan Gangguan Jin
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah doa perlindungan yang pernah beliau bacakan kepada cucunya, Hasan dan Husein.
أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’idzukuma bikalimatillahittamati mingkulli syaithanin wahammatin wa mingkulli ‘aynin lammah.
Artinya: “Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah SWT yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.” (HR Abu Daud)
Doa ini berisi permohonan perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna dari gangguan setan, makhluk berbahaya, dan penyakit ain. Amalan ini dapat dibaca orang tua setiap hari, terutama setelah Subuh dan sebelum tidur.
Selain itu, terdapat pula doa yang berisi permohonan agar anak dijauhkan dari kejahatan makhluk, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
Doa ini menegaskan pengakuan keesaan Allah serta permohonan perlindungan dari kejahatan nafsu, setan, dan sekutunya. Bacaan doa semacam ini dianjurkan menjadi rutinitas harian dalam keluarga muslim.
اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.
Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, ‘aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai’in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A’uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.
Artinya: “Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya.” (HR Abu Dawud dan At-Timidzi)
Ada pula doa khusus yang memohon keberkahan bagi anak dan keturunan, agar mereka senantiasa dijaga, tidak dibahayakan, serta tumbuh menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi orang tuanya.
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ
Allahumma barik lana fi auladina wa dzurriyyatina wahfadhhum wala tadlurrahum warzuqna birrahum.
Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”
Doa ini mencerminkan harapan orang tua agar anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga terlindungi secara spiritual.
Tanda-Tanda Anak Terkena Penyakit Ain
Dalam sejumlah referensi keislaman, disebutkan bahwa anak yang terkena ain dapat menunjukkan gejala yang beragam.
Di antaranya adalah tubuh yang sering terasa tidak nyaman tanpa sebab medis yang jelas, mudah lelah, sulit tidur, hingga sering menangis atau rewel tanpa alasan yang pasti.
Beberapa anak juga mengalami perubahan suhu tubuh yang tidak wajar atau sering menguap meski tidak mengantuk.
Gejala lainnya dapat berupa keluhan sakit yang berpindah-pindah, sulit terdeteksi secara medis, serta reaksi tertentu saat dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an.
Kondisi ini membuat orang tua perlu lebih peka dan tidak hanya mengandalkan pendekatan medis, tetapi juga ikhtiar spiritual.
Ikhtiar Orang Tua Melindungi Anak
Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin. Selain menjaga anak dengan doa-doa perlindungan, orang tua dianjurkan untuk membiasakan ruqyah mandiri di rumah dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Menyebut nama Allah saat memuji anak, serta menuliskan kalimat seperti MasyaAllah atau Tabarakallah ketika mengunggah konten anak di media sosial juga termasuk bentuk ikhtiar sederhana yang dianjurkan.
Dengan pemahaman yang baik tentang penyakit ain dan gangguan jin, orang tua diharapkan lebih waspada sekaligus tenang dalam menyikapi kondisi anak.
Doa yang konsisten, keyakinan kepada Allah SWT, serta usaha yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga anak agar selalu berada dalam lindungan-Nya.
Demikian informasi tentang doa agar anak terhindar dari ain. Semoga bermanfaat.***








