
SERAYUNEWS – Pemerintah melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap VI kepada 214 kepala keluarga (KK) penyintas bencana longsor Situkung, Desa Pandanarum, sesuai jadwal pencairan yang telah ditetapkan.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meringankan beban warga terdampak bencana longsor di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Raib Sekhudin, menjelaskan bahwa BLT tahap keenam bersumber dari donasi masyarakat yang dihimpun melalui rekening posko induk PMI.
“Bantuan tahap keenam ini kami salurkan berkat sumbangan masyarakat yang masuk ke rekening posko induk,” ujarnya.
Raib menambahkan, dana bantuan dikelola oleh PMI dan disalurkan langsung kepada korban bencana yang telah diverifikasi oleh pemerintah desa dan kecamatan.
Pada pencairan BLT tahap VI ini, setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp 500.000. Dengan jumlah penerima sebanyak 214 KK, total dana yang disalurkan mencapai Rp 107 juta.
Dengan adanya bantuan tersebut, pihak PMI berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga penyintas.
“Terima kasih kepada masyarakat dan donatur yang telah menyumbang melalui rekening posko induk yang dikelola PMI,” katanya.
Camat Pandanarum, Agung Dwi Antoko, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terus mendampingi para penyintas longsor Situkung.
“Terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, BPBD, dan PMI yang terus mendampingi kami dan hadir untuk masyarakat, dan semoga senantiasa diberi kelancaran dalam menjalankan misi sosial kemanusiaan ini,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap sabar serta mengikuti arahan pemerintah demi kelancaran proses penanganan bencana dan pemulihan pascabencana.
Sebagai informasi, hingga Selasa, 20 Januari 2026, total donasi yang terhimpun melalui rekening resmi posko induk tercatat sebesar Rp 2.707.912.588.
Adapun total pengeluaran mencapai Rp 715.000.000, sehingga saldo sementara yang masih tersedia untuk donasi Situkung sebesar Rp 1.992.912.588.
Dana tersebut akan terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan penyintas serta program pemulihan jangka menengah di wilayah terdampak longsor.