
SERAYUNEWS — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendampingan langsung dalam pelaksanaan tanggap darurat banjir di wilayah lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga.
Selain pendampingan teknis, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak bencana.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Minggu (25/1/2026).
Total bantuan senilai Rp231 juta terdiri dari 100 lembar terpal, 200 paket sembako, 100 lembar selimut, 100 lembar matras, serta 50 paket alat kebersihan.
Dalam kesempatan tersebut, BNPB bersama jajaran Pemkab Purbalingga meninjau sejumlah titik, mulai dari lokasi pengungsian, area terdampak banjir, hingga dapur umum.
Andi Eviana menilai penanganan awal yang dilakukan pemerintah daerah sudah berjalan baik, terutama dalam pengelolaan pengungsian dan dapur umum.
“Kami melihat pengungsian sudah ditangani dengan baik, ditempatkan di lokasi yang aman, nyaman, dan memadai. Dapur umum juga berjalan optimal dengan dukungan stok pangan yang cukup,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan secara langsung kepada penerima manfaat.
“Penyaluran langsung akan memudahkan kita mengetahui apa saja yang masih kurang dan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
BNPB mendorong percepatan pemulihan infrastruktur, khususnya akses jalan dan jembatan yang terputus akibat banjir bandang.
Andi Eviana meminta dinas teknis segera menambah alat berat seperti ekskavator dan dump truck, serta membangun jembatan darurat yang dapat dilalui kendaraan berat.
“Pemulihan aksesibilitas menjadi kunci agar distribusi bantuan, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan jaringan listrik oleh PLN bisa berjalan cepat,” jelasnya.
Selain itu, BNPB menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. BNPB mendorong PDAM mempercepat perbaikan jaringan perpipaan yang rusak dan mengajak dunia usaha untuk ikut membantu proses pemulihan.
Dalam hal pendanaan, BNPB meminta kepala daerah tidak ragu memanfaatkan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT).
“Jika BTT kabupaten tidak mencukupi, BNPB siap membantu melalui dana siap pakai yang memang disiapkan untuk kondisi darurat jika Pemda tidak mampu,” tegasnya.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan komitmen Pemkab untuk memastikan penanganan bencana berjalan tepat sasaran.
Ia menginstruksikan seluruh OPD terkait melakukan pendataan pengungsi secara menyeluruh, termasuk warga yang mengungsi secara mandiri.
“Pendataan yang lengkap akan mempermudah distribusi bantuan agar benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga,” kata Bupati.
Bupati juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemkab pascabencana, antara lain pembersihan akses jalan utama dari lumpur, evakuasi sekitar seribu warga terdampak, pendirian dua dapur umum, serta penyediaan layanan kesehatan, air bersih, pakaian, selimut, dan obat-obatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa jalur yang sempat terisolasi akibat jembatan putus kini mulai dipulihkan sementara menggunakan jembatan darurat.
“Semua unsur bergerak bersama. TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bahu-membahu agar penanganan darurat ini berjalan cepat dan warga bisa segera pulih,” pungkasnya.