
CILACAP, SERAYUNEWS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan di bidang konveksi.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 25 warga binaan yang tergabung dalam dua lini produksi berhasil menyelesaikan sebanyak 200 celana kargo pendek.
Produksi tersebut dilakukan sebagai tahap awal sekaligus uji coba untuk melihat kesiapan warga binaan menjalankan proses produksi secara terstruktur. Kegiatan itu berlangsung pada Selasa (8/9/2026).
Dalam prosesnya, warga binaan tidak bekerja sendiri. Mereka mendapatkan pendampingan dari instruktur yang berpengalaman agar setiap tahapan produksi dapat dilakukan sesuai prosedur.
Tahapan tersebut dimulai dari pemotongan bahan, proses penjahitan, pemasangan berbagai komponen celana, hingga tahap akhir atau finishing.
Pembagian warga binaan ke dalam dua lini produksi juga menjadi bagian dari upaya membangun pola kerja yang lebih terorganisir. Dengan sistem tersebut, setiap peserta dapat menjalankan tugas sesuai tahapan produksi yang telah ditentukan.
Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih, mengatakan hasil produksi 200 celana tersebut menjadi sinyal positif dalam pengembangan pembinaan kemandirian melalui sektor konveksi.
“Capaian produksi ini menjadi indikator positif dalam pengembangan pembinaan kemandirian di bidang konveksi. Melalui pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, kami berupaya meningkatkan kompetensi warga binaan agar memiliki keterampilan kerja sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan konveksi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan praktis.
Kemampuan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan dapat menjadi modal ketika warga binaan nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Produksi 200 celana kargo pendek ini menjadi tahap awal dalam pengembangan kapasitas unit konveksi di Lapas Nirbaya. Hasil evaluasi dari produksi perdana tersebut nantinya dapat menjadi bahan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan kegiatan.
Lapas Nirbaya berharap kegiatan konveksi dapat terus ditingkatkan secara bertahap. Dengan demikian, semakin banyak warga binaan yang berkesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh keterampilan kerja.
Pembinaan kemandirian tersebut diharapkan mampu membantu warga binaan membangun kesiapan untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Selain memberikan pengalaman dalam proses produksi, keterampilan konveksi juga diharapkan membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi bekal bekerja maupun berwirausaha ketika kembali ke lingkungan masyarakat.