
BANTEN, SERAYUNEWS-Lima jurnalis yang melakukan liputan aktivitas Gunung Anak Kratakatau dilaporkan hilang, Senin (7/9/2026). Para peliput berita tersebut dilaporkan hilang kontak di sekitar pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau Banten.
Informasi yang diperoleh dari Basarnas Banten menyebutkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Hingga Selasa (8/9/2026) 16.44 WIB dilaporkan keberadaan jurnalis tersebut belum diketahui. Kepala siaga SAR Banten Wahyu mengatakan proses pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Tim dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir para jurnalis.
Kelima jurnalis dilaporkan berangkat dari Anyer menggunakan speedboat menuju kawasan Krakatau. Mereka adalah Muhammad Bagus Khoirunas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudistiro (Inews), Daus (Anadolu), serta Doni wartawan lepas.Basarnas mengerahkan mengerahkan tim yang diberangkatkan menuju Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau.
Seperti diberitakan, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu (5/9/2026). Abu letusan menyebar hingga sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan perkembangan terbaru terkait aktivitas vulkanik tersebut. Erupsi terjadi sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Terdengar dentuman dan suara gemuruh hingga pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Pasauran Kabupaten Serang. BMKG juga mencatat gempa letusan/erupsi dengan amplitude 70 mm dan durasi 21.600 detik.