
SERAYUNEWS – Persoalan pendidikan di Kabupaten Banyumas tengah menjadi sorotan. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 15.458 anak di Kabupaten Banyumas masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).
Data ini dipaparkan dalam agenda Sosialisasi ATS, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung di Gedung Gurinda, Kompleks Dinas Pendidikan Banyumas, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Amrin Ma’ruf beserta jajaran pejabat terkait.
Menyikapi tingginya angka tersebut, Bupati Sadewo Tri Lastiono menginstruksikan seluruh pihak untuk berhenti bersikap pasif. Ia menegaskan bahwa pendekatan proaktif merupakan kunci utama untuk menarik kembali anak-anak tersebut ke dunia pendidikan.
”Tidak harus melalui jalur formal, mereka juga bisa kembali melalui jalur pendidikan non formal. Ajak mereka kembali ke sekolah, baik lewat jalur formal maupun non formal,” kata Bupati Sadewo.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, menekankan bahwa penyelesaian masalah ATS bukan sekadar memastikan anak mendaftar sekolah, melainkan menjaga mereka agar tidak kembali putus di tengah jalan.
Menurut Amrin, seluruh elemen pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pengawalan jangka panjang.
”Penanganan tidak berhenti saat anak sudah kembali ke sekolah. Pendampingan harus berlanjut agar mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Ini penting untuk mencegah putus sekolah di masa depan. Keberlanjutan pendidikan menjadi fokus utama,” ujar Amrin.
Melalui integrasi program sosialisasi dan komitmen lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas optimistis dapat menekan angka ATS secara signifikan. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda Banyumas untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.