
SERAYUNEWS-Petani cabai di Desa Pagerandong Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga siap naik kelas dan ikut menciptakan kemandirian ekonomi desa. Pasalnya mereka mendapatkan dukungan melalui program Mustahiq Income Generating Program (MIGP) yang difasilitasi Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN.
Pemberdayaan Petani Cabai
Fasilitator program MIGP Sukendar, dalam launching program tersebut, Kamis (22/1/2026) mengatakan pihaknya menyasar petani cabai dari dua kelompok, yaitu Kelompok Tani Tani Muda dan Kelompok Tani Berkah Tani.
Program MIGP merupakan program pemberdayaan terintegrasi yang berfokus pada Generate Income, dengan tujuan meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
“Di Desa Pagerandong, program ini melibatkan 20 petani yang tergabung dalam dua kelompok, dengan luas lahan garapan mencapai hampir 1 hektare yang tersebar di lima titik,” paparnya.
Program ini telah dipersiapkan selama enam bulan, mulai dari tahap asesmen hingga implementasi. Ke depan, YBM BRILiaN akan melakukan pendampingan selama tiga tahun, mencakup budidaya, penguatan kelembagaan, manajemen keuangan kelompok, hingga akses ke rantai distribusi hasil pertanian.
Dijelaskan, program MIGP bukan sekadar bantuan, tetapi tentang tumbuh, belajar, dan maju bersama. “Harapannya, petani tidak hanya menjadi objek, tetapi menjadi subjek utama dalam rantai pasok pertanian,” ujarnya.
Memperkuat Sektor Pertanian
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Prayitno, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan program MIGP merupakan langkah nyata dalam memperkuat sektor pertanian berbasis pemberdayaan. Pendekatan terintegrasi yang dilakukan sangat dibutuhkan petani agar mampu lebih mandiri. Dinas Pertanian siap bersinergi dan mendukung keberlanjutan program ini.
“Penanaman cabai sangat strategis. Dua sampai tiga bulan lagi diharapkan bisa panen dan harganya bagus. Sehingga dapat mengendalikan inflasi,” imbuhnya.
Sinergi Program MIGP
Pimpinan Cabang BRI Purbalingga, Ario Ardian yang ikut memberikan dukungan terhadap program itu mengatakan pihaknya mengapresiasi sinergi yang terbangun melalui Program MIGP YBM BRILiaN di Desa Pagerandong.
Program ini sejalan dengan komitmen pihaknya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor pertanian. Pemberdayaan harus disertai pendampingan, penguatan kapasitas, dan akses pasar agar petani naik kelas.
“Program ini juga senada dengan semangat nilai-nilai berbagai para Pekerja BRI, di Purbalingga sudah ada 5 kelompok Pemberdayaan yang dikelola oleh YBM BRILiaN, kedepan tentu potensi untuk terus bertambah,” harapnya.