
SERAYUNEWS – Gelaran Dieng Caldera Race (DCR) 2026 sukses menarik sekitar 2.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Event trail run yang berlangsung di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, itu tidak hanya menjadi ajang menguji ketahanan fisik, tetapi juga terbukti mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Mengambil titik start di Tambi Tea Resort, para peserta harus menaklukkan lintasan pegunungan dengan suhu sekitar 14 derajat Celsius dan total elevasi lebih dari 2.300 meter. Tantangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta lari lintas alam.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai Dieng Caldera Race memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektor sport tourism yang kini terus didorong sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan event olahraga seperti DCR menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan potensi wisata Jawa Tengah kepada peserta dari dalam maupun luar negeri.
“Olahraga dan pariwisata bisa berjalan beriringan. Event seperti Dieng Caldera Race menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan destinasi wisata Jawa Tengah kepada masyarakat, termasuk peserta dari luar daerah dan luar negeri,” kata Sumarno.
Menurutnya, manfaat penyelenggaraan event tidak hanya dirasakan selama perlombaan berlangsung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran ribuan peserta dan pendamping mendorong peningkatan okupansi hotel, homestay, restoran, jasa transportasi, hingga penjualan produk UMKM.
“Kami berharap para peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati destinasi wisata, kuliner, serta berbagai produk lokal yang ada di kawasan Dieng dan Wonosobo,” ujarnya.
Penyelenggaraan Dieng Caldera Race tahun ini menghadirkan tantangan baru pada kategori 25 kilometer.
Para peserta melintasi kawasan Gunung Sindoro yang menawarkan lintasan lebih ekstrem sekaligus panorama pegunungan yang memukau.
Sumarno yang turut menyelesaikan kategori 25 kilometer mengaku jalur baru tersebut memberikan pengalaman berbeda.
“Pendakiannya cukup ekstrem, tetapi pemandangannya luar biasa. Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan,” katanya.
Direktur Dieng Caldera Race 2026, Ade Hendrik Saputra, mengatakan perubahan rute menjadi salah satu inovasi utama pada tahun ini. Jalur menuju Gunung Sindoro menjadi daya tarik yang membuat kategori 25 kilometer paling diminati.
“Rute Sindoro menjadi magnet baru bagi peserta. Antusiasme sangat tinggi dan kategori 25 kilometer menjadi yang paling banyak diminati tahun ini,” katanya.
Dieng Caldera Race 2026 diikuti sekitar 2.000 peserta. Jumlah pelari internasional mengalami peningkatan signifikan menjadi lebih dari 150 orang, dibandingkan sekitar 44 peserta asing pada penyelenggaraan sebelumnya.
Lonjakan peserta berdampak langsung terhadap sektor pariwisata di kawasan Wonosobo dan Dieng.
Tingkat hunian hotel, homestay, dan penginapan di sekitar lokasi dilaporkan meningkat drastis selama pelaksanaan event.
“Hotel, homestay, dan penginapan di sekitar lokasi hampir penuh. Kami memperkirakan perputaran ekonomi yang tercipta dari penyelenggaraan DCR tahun ini mencapai lebih dari Rp20 miliar,” katanya.
Selain menyajikan lintasan yang menantang, Dieng Caldera Race juga menawarkan panorama alam yang menjadi ciri khas kawasan Dieng.
Para peserta melintasi hamparan perkebunan teh, pegunungan, serta sejumlah destinasi wisata populer seperti Kompleks Candi Arjuna dan Telaga Menjer.
Nadia, peserta asal Madiun, Jawa Timur, mengaku puas mengikuti DCR 2026. Menurutnya, jalur Gunung Sindoro memberikan sensasi berbeda dibandingkan event trail run lainnya.
“Rutenya sangat menantang, tetapi pemandangannya luar biasa. Fasilitas pendukung selama lomba juga sangat baik,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan peserta asal Semarang, Binsar Napitupulu. Ia menilai Dieng Caldera Race memiliki atmosfer yang unik karena memadukan olahraga dengan keindahan alam pegunungan Dieng.
“Suasana dingin Dieng dan lokasi acara yang berada di kawasan resort membuat pengalaman berlari di sini terasa berbeda dari event lainnya,” katanya.
Dieng Caldera Race 2026 menghadirkan empat kategori lomba, yakni 10 kilometer, 25 kilometer, 45 kilometer, dan 85 kilometer.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Tambi Tea Resort sebagai race central sekaligus pusat aktivitas peserta selama tiga hari.
Dengan jumlah peserta yang terus meningkat dan dampak ekonomi yang semakin besar, Dieng Caldera Race semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu event sport tourism unggulan di Jawa Tengah yang mampu menggabungkan olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.