
SERAYUNEWS – Pelaku usaha sektor pariwisata di kawasan Baturraden menggelar tasyakuran dan doa bersama di Lokawisata Baturraden, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye “Baturraden Aman dan Nyaman” untuk meyakinkan kembali masyarakat bahwa kawasan wisata Baturraden tetap layak dan aman untuk dikunjungi.
Salah satu indikator aman dan nyaman, menurut pelaku wisata, ditandai dengan mulai jernihnya aliran air di sejumlah sungai yang berada di lereng selatan Gunung Slamet.
Ketua Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB), Beno Suyitno, mengatakan kegiatan ini murni merupakan swadaya dan kesadaran bersama para pelaku dan pengelola wisata di Baturraden.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai instansi, seperti Dinporabudpar, BPBD, DLH, Bupati Banyumas, serta unsur forkompincam.
“Acaranya pagi hari ini adalah doa bersama sekaligus tasyakuran, meminta kepada Tuhan untuk selalu diberikan keselamatan, kelancaran dan keberkahan, saat ini dan seterusnya,” katanya.
Beno menjelaskan, beberapa waktu lalu hujan dengan intensitas sangat tinggi terjadi di wilayah kaki Gunung Slamet. Kondisi itu menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat dan sempat meluap.
Meski demikian, menurutnya, wilayah lereng selatan Gunung Slamet tidak menimbulkan dampak berarti terhadap fasilitas objek wisata di Baturraden.
Namun, kekhawatiran masyarakat sempat muncul akibat banyaknya informasi yang beredar di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Bisa dilihat kondisi airnya sudah bening, taman-taman masih asri subur dan indah. Maka untuk mengembalikan kepercayaan publik, kami kampanyekan Baturraden aman dan nyaman untuk dikunjungi,” kata dia.
Beno menegaskan, kawasan lereng selatan Gunung Slamet relatif lebih aman karena kondisi vegetasi masih terjaga dengan baik.
“Kemarin murni karena faktor cuaca yang memang intensitas hujan di puncak cukup tinggi dibanding biasanya. Vegetasi lereng selatan Gunung Slamet masih relatif bagus,” katanya.
Ia menyebut, kondisi vegetasi tersebut berperan penting dalam menahan limpasan air saat hujan lebat terjadi di kawasan puncak.
Selain doa bersama dan tasyakuran, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penebaran benih ikan di sejumlah sungai di kawasan Baturraden.
Beno menyampaikan, sebanyak 12 ribu ekor benih ikan ditebar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
“Kita juga tebar benih ikan dengan tujuan menjaga ekosistem sungai, sehingga bisa menjaga keseimbangan alam,” katanya.
Kegiatan yang diinisiasi para pelaku usaha pariwisata Baturraden ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Arif Triyanto.
Arif menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kekompakan para pelaku wisata di Baturraden dalam merespons situasi yang berkembang di masyarakat.
Menanggapi berbagai informasi di media sosial yang beredar, ia menilai para pelaku wisata telah menunjukkan kolaborasi nyata untuk memulihkan kepercayaan publik.
“Hari ini kita buktikan sebuaj kolaborasi, kerjasama, dan gotong royong antara pelaku wisata, masyarakat, relawan, dengan Pemerintah. Kebersamaan ini akan mewujudkan bagaimana Baturraden bisa bangkit kembali dan menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata yang aman dan nyaman,” kata dia.