
SERAYUNEWS – Setelah belajar meracik kopi dan teknik barista, siswa kelas XII SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara, kembali mendapat bekal keterampilan praktis. Kali ini, mereka diajak menyelami dunia ekonomi kreatif (ekraf) melalui program Ekraf Nextgen Tour, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Komite Ekonomi Kreatif Banjarnegara, Kristiono Hadi Pranoto, yang memberikan materi seputar dunia usaha, khususnya membangun brand, strategi pasar, serta pengembangan usaha berbasis kreativitas.
Kristiono menegaskan bahwa branding memegang peran penting sebagai kunci keberhasilan bisnis. Menurutnya, kualitas produk saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan pasar.
“Branding itu pembeda. Produk bagus tanpa merek yang kuat sering kali sulit berkembang. Dengan branding yang tepat, orang lebih mudah mengenali, mengingat, dan akhirnya memilih produk kita,” katanya.
Ia mencontohkan bagaimana produk lokal dapat naik kelas jika dikemas dengan identitas yang jelas, cerita yang kuat, dan visual yang menarik. Branding, kata dia, bukan sekadar logo, tetapi citra dan nilai yang melekat pada sebuah produk.
Tidak hanya menerima materi teori, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah praktisi ekonomi kreatif Banjarnegara, di antaranya Kang Arul Kampung Gagot, fotografer Amjianto, serta tim Art Film.
Para praktisi tersebut membimbing siswa untuk praktik langsung sesuai dengan minat masing-masing, mulai dari fotografi, visual, hingga pengemasan konten kreatif.
Pada sesi praktik, para siswa mendapatkan tantangan membuat foto produk menggunakan kamera ponsel. Hasil jepretan kemudian dilengkapi deskripsi berbahasa Inggris untuk diunggah ke platform foto berbayar seperti Shutterstock.
Melalui praktik tersebut, siswa diperkenalkan secara langsung pada peluang menghasilkan uang dari karya visual dan pasar digital global.
Bagi banyak siswa, pengalaman ini membuka wawasan baru tentang luasnya peluang ekonomi kreatif.
Novantiano, salah satu peserta, mengaku terkejut mengetahui hobi sederhana dapat menjadi sumber penghasilan.
“Ternyata foto pakai handphone pun bisa menghasilkan kalau tahu caranya. Kegiatan ini bikin kami sadar bahwa ekonomi kreatif itu luas sekali dan bisa mulai dipraktikkan meski masih sekolah,” ujarnya.
Program Ekraf Nextgen Tour menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tengah perubahan zaman.
Di era digital, peluang usaha tidak lagi terbatas pada sektor konvensional, tetapi terbuka lebar bagi siapa saja yang mampu memadukan kreativitas, teknologi, dan strategi pemasaran.
Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya dibekali teori ekonomi di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata membangun ide, mengemas produk, hingga memasarkan karya.
Langkah kecil dari sekolah ini diharapkan dapat menjadi awal lahirnya wirausahawan muda Banjarnegara dari bangku SMA.