
SERAYUNEWS – SMAN 1 Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, mulai melakukan langkah proaktif untuk menerapkan sistem pembelajaran double track atau jalur ganda pendidikan yang mengombinasikan keilmuan akademik dan keterampilan kerja.
Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, Kepala SMAN 1 Sigaluh Linovia Karmelita melakukan gerilya dengan menjalin kerja sama bersama berbagai pihak lintas sektor.
Langkah awal dilakukan dengan kunjungan ke Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Suara Banjarnegara.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menyampaikan program-program unggulan SMAN 1 Sigaluh, termasuk arah baru pendidikan berbasis keterampilan.
“Mengapa kami membuat program double track, karena ternyata jumlah siswa kami yang tidak melanjutkan kuliah masih cukup tinggi. Harapannya dengan membekali para murid keterampilan, mereka bisa secara mandiri berwirausaha. Program penunjang lainnya adalah literasi,” katanya.
Menurut Linovia, sekolah akan mulai menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan untuk memberi ruang pengembangan minat siswa di bidang budaya dan ekonomi kreatif, termasuk pengolahan kopi.
“Secara khusus kami akan ajarkan murid kelas XII kemampuan menjadi barista. Kami melihat sektor bisnis kopi di Banjarnegara sangat potensial. Kami sudah bekerjasama dengan pihak Mississippi Kopi,” katanya.
Program ini dirancang agar siswa tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga keahlian praktis yang bisa langsung diterapkan setelah lulus.
Selain LPP Radio Suara Banjarnegara, kunjungan juga dilakukan ke Bidang Ekonomi Kreatif Dinparbud Banjarnegara, Komite Ekonomi Kreatif Banjarnegara, Kampung Ilmu Mrica, hingga Kampung Gagot Kuthawuluh.
“Jadi kita ingin membekali anak mulai dari pembudidayaan kopi dengan tujuan konservasi juga, pengemasan produk secara kreatif hingga pengelolaan sampah. Harapannya anak-anak secara menyeluruh dapat menjadikan ketrampilan ini untuk bekal hidup mereka,” ujar Linovia.
Pendekatan ini menekankan keterampilan berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Banjarnegara, Kristiono Hadi Pranoto, mengapresiasi langkah SMAN 1 Sigaluh dalam menerapkan sistem double track.
“Kita juga nanti akan membuat program Ekraf Nextgen Tour ke sekolah-sekolah, untuk membuka wawasan siswa bahwa ada beragam bidang ekonomi kreatif yang dilakukan oleh siswa. Dengan begitu kita harapkan akan muncul wirausahawan kreatif di Banjarnegara,” katanya.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif siswa terhadap peluang usaha di sektor ekonomi kreatif sejak bangku sekolah.