
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjarnegara terus mematangkan langkah menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Salah satunya dengan menggelar rapat terbatas jajaran pengurus untuk membahas hasil analisis dan monitoring perkembangan atlet dari seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan menghadapi pesta olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.
Rapat yang diikuti jajaran pengurus KONI Banjarnegara itu menjadi forum evaluasi terhadap laporan tim pendamping cabang olahraga yang selama ini telah melakukan pemantauan secara langsung terhadap proses latihan dan perkembangan atlet.
Ketua KONI Kabupaten Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengatakan rapat terbatas tersebut bertujuan menyatukan hasil pemetaan kondisi atlet sekaligus menyusun langkah strategis berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.
“Rapat ini kami fokuskan untuk membahas hasil monitoring dari tim pendamping yang selama ini telah dan terus melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet Porprov Banjarnegara. Data yang diperoleh menjadi dasar penting dalam menentukan langkah pembinaan berikutnya,” ujarnya, Selasa (22/7/2026).
Menurut Ahong, evaluasi dari tim monitoring memiliki peran vital karena memberikan gambaran nyata mengenai perkembangan kemampuan atlet di setiap cabang olahraga.
Melalui pemantauan yang dilakukan secara berkala, KONI dapat mengetahui sejauh mana peningkatan performa atlet, kesiapan fisik, teknik, maupun aspek pendukung lainnya menjelang Porprov XVII Jawa Tengah yang akan digelar di kawasan Semarang Raya pada Oktober 2026.
“Evaluasi hasil monitoring ini sangat penting untuk melihat potensi sekaligus perkembangan atlet. Kami tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data hasil pemantauan di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan, pendekatan berbasis data menjadi salah satu strategi KONI Banjarnegara dalam mengejar target ambisius menembus tujuh besar klasemen akhir Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh program pembinaan berjalan sesuai rencana dan perkembangan atlet terus dipantau secara konsisten.
“Kami memiliki target masuk tujuh besar Jawa Tengah. Untuk mewujudkannya dibutuhkan evaluasi yang objektif dari setiap atlet di seluruh cabang olahraga. Karena itu, laporan dari tim monitoring menjadi bahan utama dalam menyusun kebijakan pembinaan maupun langkah-langkah percepatan peningkatan prestasi,” katanya.
Ia menambahkan, setiap pengurus KONI yang ditugaskan sebagai pendamping cabang olahraga memiliki tanggung jawab untuk melakukan monitoring secara rutin terhadap program latihan atlet.
Melalui pola pendampingan tersebut, setiap perkembangan maupun kendala yang dihadapi atlet dapat segera diketahui sehingga solusi dapat dirumuskan lebih cepat bersama pelatih dan pengurus cabang olahraga.
“Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, progres atlet dapat terukur dari waktu ke waktu. Jika ada kekurangan, bisa segera diperbaiki. Jika ada peningkatan, dapat terus didorong agar mencapai performa terbaik saat Porprov nanti,” katanya.
KONI Banjarnegara optimistis, sinergi antara pengurus, pelatih, tim pendamping, dan atlet akan menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan ketat di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Melalui monitoring yang sistematis, evaluasi berbasis data, dan pembinaan yang berkesinambungan, KONI berharap seluruh atlet Banjarnegara mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi yang mengantarkan daerah ini menembus target 7 besar Jawa Tengah.