
SERAYUNEWS- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (5/2/2026) pagi tadi kembali menunjukkan tren penguatan tipis di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sesi perdagangan sebelumnya berhasil menutup di zona hijau.
Pelaku pasar mulai merespon sentimen data ekonomi serta dinamika global yang masih fluktuatif. Sentimen tersebut menyebabkan pasar bergerak dalam kisaran 8.140 hingga 8.162 pada pembukaan pagi ini.
IHSG pada awal perdagangan Kamis ini menguat sekitar 0,10% atau naik sekitar 7,89 poin ke level 8.154, mencerminkan kepercayaan investor yang kembali bangkit dari tekanan jual sebelumnya.
Volume perdagangan tercatat masih aktif, dengan total nilai transaksi mencapai ratusan triliun rupiah pada sesi pagi ini.
Penguatan ini juga diperkuat oleh kenaikan beberapa saham unggulan LQ45 serta dukungan sektor perbankan dan properti yang membukukan penawaran kuat pada awal sesi.
Sementara itu, beberapa sektor konsumer dan industri berat masih mencatat tekanan jual yang moderat. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Pembukaan perdagangan Kamis (5/2/2026) menandakan atmosfer pasar yang lebih optimis dibandingkan sesi sebelumnya, terutama setelah IHSG sempat ditutup menguat 0,30% ke level 8.146,72 pada Rabu (4/2/2026).
Penguatan rally ini dipicu oleh rebound harga komoditas global seperti emas dan perak, yang menjadi katalis positif di pasar modal domestik.
Saham-saham perbankan menjadi penopang utama pergerakan indeks, diikuti oleh saham properti dan sektor sektor yang tahan terhadap fluktuasi ekonomi global.
Analis memperkirakan IHSG bisa menguji kembali level resistance di rentang 8.200–8.300, tergantung pada data ekonomi domestik yang dirilis sepanjang hari.
Namun, sentimen global yang bergejolak turut memberi tekanan terhadap arah pasar.
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan moneter global serta rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 menjadi faktor yang membuat pergerakan IHSG cenderung bervariasi.
Dari sudut pandang teknikal, indikator MACD menunjukkan potensi pergerakan rebound lanjutan meski dalam jangka pendek sinyal masih berhati-hati.
Penguatan indeks pada sesi Rabu menunjukkan bahwa investor mulai kembali menempatkan modalnya di saham-saham berbasis fundamental kuat.
Bursa BEI juga mencatat beberapa saham mencatat lonjakan signifikan, termasuk beberapa saham unggulan LQ45 yang menjadi top gainer sesi pagi ini. Ini mengindikasikan bahwa investor institusi dan ritel sama-sama menyambut potensi pergerakan positif dalam jangka pendek.
Namun demikian, volatilitas masih tinggi menyusul kekhawatiran atas perkembangan global dan tantangan pasar modal Indonesia di hadapan investor asing. Hal ini menciptakan kombinasi tren naik moderat dengan potensi koreksi intraday.
1. Sinyal positif: Indeks dibuka menguat, dan level resistensi mulai diuji kembali.
2. Risiko tekanan jual: Tekanan di sektor industri dan konsumer masih terlihat, sehingga momentum rebound bisa terbatas.
3. Faktor eksternal: Data pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kebijakan moneter global akan menjadi katalis pergerakan indeks lebih lanjut.
Menyusul pembukaan Kamis pagi yang optimis, pelaku pasar diharapkan tetap mewaspadai dinamika ekonomi global dan domestik yang bisa mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang hari.
Investor jangka pendek maupun jangka panjang disarankan menggunakan data teknikal dan fundamental sebagai referensi dalam mengambil keputusan.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada tanggal 5 Februari 2026 masih mencerminkan tren penguatan tipis, namun tetap terkendali oleh sentimen pasar yang hati-hati.