
SERAYUNEWS – Langkah Persibas Banyumas di ajang Liga 4 Jawa Tengah harus terhenti di babak delapan besar usai menelan kekalahan 0-1 dari Persak Kebumen. Hasil tersebut membuat Laskar Bawor gagal melangkah ke putaran nasional.
Menanggapi kegagalan tersebut, Ketua Umum Persibas Banyumas Trisno Sudarso angkat bicara. Trisno menegaskan bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi manajemen tim.
“Segala kegagalan pasti ada evaluasi. Evaluasi semuanya kita lakukan, baik itu di tim pelatih, pemain, manajemen, pengurus juga. Dalam arti yang namanya evaluasi tidak mutlak ada pergantian, ada beberapa personil yang diganti ada beberapa yang dipertahankan,” ujarnya dalam keterangannya kepada Serayunews.com, Kamis (5/2/2026).
Menurut Trisno, evaluasi tersebut dilakukan agar Persibas bisa tampil lebih baik pada kompetisi Liga 4 musim berikutnya. Ia menyadari, musim ini menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan waktu persiapan.
“Ini kan bisa dikatakan baru tahun pertama saya memegang Persibas dan waktunya mepet. Tim-tim lain jauh-jauh hari sudah lengkap kepengurusan, sedangkan Persibas kepengurusan baru terbentuk di bulan Agustus,” kata dia.
Dengan waktu persiapan yang lebih panjang ke depan, Trisno optimistis Persibas bisa dibangun dengan lebih matang dibandingkan musim lalu.
“Ke depan dengan durasi waktu yang cukup panjang kita bisa mempersiapkan lebih baik dibandingkan musim kemarin,” katanya.
Ia juga memastikan Persibas Banyumas akan tetap konsisten mengikuti kompetisi Liga 4 setiap tahunnya selama dirinya diberi amanah sebagai ketua umum.
“Persibas insyallah selama saya menjadi Ketua Umum, setiap tahun mengikuti partisipasi di Liga 4. Kalau target kemarin belum tercapai, dengan Bismillah dan persiapan yang matang Insyaallah ke depan bisa mencapai target dari pengurus,” ujarnya.
Tak lupa, ia meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Banyumas, khususnya para suporter setia Persibas. “Mohon doa, dukungan dan support selalu,” katanya.
Trisno juga mengungkapkan rencana manajemen untuk segera membubarkan tim sebagai bagian dari penutupan musim.
“Kalau tidak ada perubahan, besok Sabtu malam atau malam Minggu kita mengumpulkan pelatih, pemain, beberapa teman suporter, pengurus panpel. Kita akan membubarkan tim dan berterima kasih kepada semua yang telah mensupport,” katanya.
Ia mengapresiasi dukungan luar biasa dari suporter Persibas sepanjang musim ini. Menurutnya, loyalitas suporter menjadi modal penting untuk membangun tim ke depan.
“Alhamdulillah Persibas telah didukung suporter, dukungannya luar biasa. Semoga ini menjadi motivasi lagi untuk membangun Persibas yang lebih baik ke depannya,” ujar dia.
Lebih lanjut, Trisno mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung Persibas secara positif demi kemajuan sepak bola Banyumas.
“Selagi kita masih diberi amanah, ayuh bareng-bareng dukung dan support dengan cara yang positif, hingga ke depan sepak bola di Banyumas semakin berprestasi dan semakin kondusif,” katanya.
Terkait pertandingan melawan Persak Kebumen, Trisno mengakui kekalahan tersebut dengan lapang dada. Meski bermain di kandang, Persibas harus mengakui keunggulan lawan.
“Walaupun kita kalah 0-1, semangat juang para pemain luar biasa. Faktor keberuntungan belum berpihak kepada kita. Mau cari pembenaran apapun, nyatanya kita kalah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekalahan tersebut menjadi bagian dari dinamika sepak bola yang harus diterima dengan sikap sportif.
“Yang penting kalah dengan rasa terhormat, menang dengan rasa terhormat. Namanya pertandingan pasti ada kalah dan menang,” kata dia.