
SERAYUNEWS – Siapa sangka bonggol pisang yang selama ini dianggap limbah ternyata bisa menjadi inovasi bernilai tinggi. Kreativitas itulah yang mengantarkan siswa SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap meraih juara pertama ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Cilacap Tahun 2026.
Tim pelajar tersebut mencuri perhatian dewan juri lewat inovasi bertajuk “MUSAVERRA-RIZ VCO”, yakni bio demulsifier berbahan ekstrak bonggol pisang dan belimbing wuluh untuk membantu meningkatkan efisiensi produksi minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO).
Inovasi tersebut diumumkan sebagai juara dalam malam penghargaan Krenova dan Riset Unggulan Daerah (RUD) yang digelar di Aula Bappeda Cilacap, Selasa (19/5/2026).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Cilacap, Imam Jauhari mengatakan, Krenova menjadi ruang bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk menghadirkan solusi kreatif yang dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
“Melalui Krenova dan RUD, kami ingin membangun ekosistem riset dan inovasi yang kreatif serta inovatif guna meningkatkan daya saing daerah,” ujar Imam.
Menurutnya, inovasi dari kalangan pelajar menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda Cilacap terus berkembang dan mampu menjawab persoalan di lingkungan sekitar dengan pendekatan teknologi tepat guna.
Inovasi MUSAVERRA-RIZ VCO dinilai unggul karena memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Bonggol pisang dan belimbing wuluh diolah menjadi bio demulsifier, yakni bahan pemisah alami dalam proses produksi minyak kelapa.
Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha rumahan maupun UMKM pengolahan minyak kelapa agar proses produksi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain ramah lingkungan, inovasi ini juga dinilai memiliki nilai ekonomi karena memanfaatkan limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Ajang Krenova tahun ini sendiri diikuti puluhan peserta dari berbagai kategori. Untuk kategori pelajar SMP dan SMA sederajat, tercatat sebanyak 52 proposal inovasi masuk ke meja panitia.
Seleksi dilakukan mulai dari tahap administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi final di hadapan dewan juri dari unsur akademisi dan praktisi.
Selain inovasi pengolah minyak kelapa berbahan bonggol pisang, sejumlah karya pelajar lain juga mencuri perhatian.
Juara kedua diraih siswa SMK Negeri 1 Kawunganten lewat inovasi “SEMAR”, sistem pemilah sampah otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung ekonomi sirkular di sekolah.
Sementara juara ketiga diraih SMA Negeri 1 Maos melalui inovasi “MOCA (Mosquito Clock Alert)”, alat pendeteksi nyamuk Aedes aegypti menggunakan frekuensi kepakan sayap sebagai upaya pencegahan demam berdarah.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana mengatakan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya potensi inovasi di Kabupaten Cilacap.
“Kegiatan ini bukan semata-mata perlombaan, tetapi upaya membangun budaya riset, kreativitas, dan inovasi di tengah masyarakat,” kata Annisa.
Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari ajang Krenova dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara nyata sehingga memberi manfaat bagi masyarakat luas.