
SERAYUNEWS – Luapan air akibat banjir di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa berdampak pada operasional perjalanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto melakukan rekayasa pola operasi menyusul tergenangnya petak jalan antara Stasiun Pekalongan–Sragi, Sabtu (17/1/2026).
Kondisi tersebut mengganggu kelancaran sejumlah perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto.
Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menyampaikan bahwa hingga Sabtu siang terdapat beberapa kereta api yang terdampak langsung akibat banjir tersebut.
“Sejumlah perjalanan KA mengalami gangguan dan dilakukan rekayasa pola operasi demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” ujar As’ad.
Adapun kereta api yang mengalami gangguan perjalanan di wilayah Daop 5 Purwokerto antara lain:
Selain menyebabkan keterlambatan dan pengalihan penumpang, banjir Pantura juga memaksa sejumlah kereta api menempuh rute memutar demi menjaga keselamatan perjalanan. Kereta api yang melakukan pola memutar di wilayah Daop 5 Purwokerto meliputi:
Rekayasa ini dilakukan untuk menghindari jalur yang tergenang air serta menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
As’ad menambahkan, KAI telah menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan.
“Bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit dan tidak berkenan dialihkan ke kereta api lain, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
KAI Daop 5 Purwokerto terus memantau kondisi lintasan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi terbaru perjalanan kereta api melalui kanal resmi KAI,” ujar dia.