
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang menjadi sasaran vandalisme mulai dibersihkan, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan pantauan serayunews.com pada pukul 14.29 WIB, sejumlah bagian gedung rektorat yang sebelumnya dicoret menggunakan cat semprot mulai dibersihkan.
Vandalisme pertama kali diketahui pada Senin (24/8/2026) pagi. Sejumlah tulisan bernada kecaman terlihat pada tembok depan hingga beberapa bagian lantai Gedung Rektorat Unsoed.
Tulisan tersebut dibuat menggunakan cat semprot berwarna hitam. Beberapa di antaranya bertuliskan “aj!Ng oligarki”, “tikus birokrat”, “maling”, dan “koruptor”.
Pihak kampus sebelumnya menduga aksi tersebut terjadi pada Minggu (23/8/2026) malam. Saat itu, lingkungan rektorat masih digunakan untuk aktivitas hingga malam hari.
Pelaku vandalisme belum diketahui. Pihak kampus sebelumnya menyebut penelusuran terkendala kamera pengawas di sekitar lokasi.
Pembersihan Gedung Rektorat Unsoed kini dilakukan setelah beberapa hari coretan tersebut menjadi perhatian. Di sisi lain, proses hukum yang ditangani KPK terkait perkara di lingkungan Unsoed masih berlangsung.
Munculnya vandalisme bertepatan dengan sorotan terhadap Unsoed setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.
Pada Jumat (21/8/2026), KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dan menahannya. Mereka adalah Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq, Wakil Rektor III Prof Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Eko Sumanto. Kemudian tiga pihak swasta yakni Adhi Wiharto, Mulyono, dan Dian Mulia Wardhana alias Kating.