
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Bulan ketujuh dalam kalender lunar memiliki makna khusus bagi masyarakat Tionghoa.
Periode yang dikenal sebagai Bulan Hantu Cina atau Ghost Month ini menjadi waktu bagi sebagian masyarakat untuk mengenang leluhur, berdoa, sekaligus menjalankan berbagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pada 2026, Bulan Hantu berlangsung mulai 13 Agustus hingga 10 September 2026. Sementara itu, puncaknya jatuh pada 27 Agustus 2026, bertepatan dengan hari ke-15 bulan ketujuh kalender lunar.
Dalam tradisi Tionghoa, bulan ketujuh dipercaya sebagai masa ketika hubungan antara dunia manusia dan alam arwah menjadi lebih dekat.
Kepercayaan tersebut kemudian melahirkan berbagai ritual penghormatan kepada leluhur dan kepedulian kepada arwah yang dipercaya tidak memiliki keluarga untuk memberikan persembahan.
Berdasarkan kalender lunar, awal Bulan Hantu 2026 berlangsung pada 13 Agustus 2026. Periode ini berakhir pada 10 September 2026, ketika bulan ketujuh dalam kalender lunar berganti ke bulan berikutnya.
Namun, salah satu tanggal yang paling banyak mendapat perhatian adalah 27 Agustus 2026.
Tanggal tersebut merupakan hari ke-15 bulan ketujuh dan dikenal sebagai Zhongyuan Jie atau Hungry Ghost Festival.
Di Indonesia, momentum tersebut juga dikenal dengan sejumlah istilah, seperti Sembahyang Cioko dan Sembahyang Rebutan.
Pada hari tersebut, masyarakat yang menjalankan tradisi biasanya melakukan sembahyang dan menyiapkan berbagai bentuk persembahan.
Makanan, buah-buahan, minuman, dupa, hingga kertas sembahyang dapat menjadi bagian dari ritual, tergantung tradisi masing-masing komunitas.
Istilah Bulan Hantu tidak hanya berkaitan dengan cerita tentang makhluk gaib.
Di balik kepercayaan tersebut terdapat nilai budaya dan spiritual yang berkaitan erat dengan penghormatan kepada leluhur, hubungan keluarga, serta kepedulian terhadap sesama.
Bagi sebagian masyarakat Tionghoa, periode ini menjadi kesempatan untuk mengingat anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
Berbagai kegiatan seperti membersihkan makam, berdoa, menyiapkan persembahan, dan membakar kertas sembahyang dapat dilakukan sebagai bagian dari rangkaian tradisi.
Di sejumlah daerah, tradisi tersebut juga berkembang menjadi kegiatan sosial.
Makanan yang digunakan dalam ritual dapat dibagikan kepada masyarakat dalam rangkaian yang dikenal sebagai Sembahyang Rebutan.
Karena itu, makna Bulan Hantu tidak semata-mata tentang kepercayaan terhadap arwah.
Tradisi ini juga menjadi ruang untuk menjaga hubungan dengan leluhur sekaligus mempertahankan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Kamis, 27 Agustus 2026, menjadi salah satu tanggal terpenting dalam rangkaian Bulan Hantu tahun ini.
Hari tersebut bertepatan dengan hari ke-15 bulan ketujuh kalender lunar atau yang dikenal sebagai Hungry Ghost Festival.
Pelaksanaan ritual dapat berbeda antara satu komunitas dengan komunitas lainnya. Namun, penghormatan kepada leluhur dan pemberian persembahan menjadi bagian yang umum dijumpai dalam tradisi tersebut.
Jika Anda ingin mengetahui rangkaian waktunya, 13 Agustus 2026 merupakan awal Bulan Hantu, 27 Agustus 2026 menjadi puncak Hungry Ghost Festival, sedangkan 10 September 2026 menandai berakhirnya bulan ketujuh kalender lunar. (Jovinsa Nizhar Kusumah)