
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Radhyana Prathista, warga Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, berhasil mengukir prestasi di ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026. Ia meraih Juara II kategori dewasa sekaligus mendapat kesempatan mewakili Jawa Tengah pada kompetisi tingkat nasional.
Ajang Mas dan Mbak Batik tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Radhyana tidak hanya akan membawa nama Jawa Tengah, tetapi juga mengemban misi memperkenalkan Batik Gumelem Banjarnegara ke panggung yang lebih luas.
Menjelang kompetisi nasional, Radhyana bersama Camat Pejawaran Gatot Suprapto, Kepala Desa Pegundungan Murti, dan perangkat desa bersilaturahmi sekaligus meminta doa restu kepada Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana.
Pertemuan berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara.
Amalia menyambut positif prestasi yang diraih Radhyana. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa nama Banjarnegara ke tingkat Jawa Tengah hingga nasional.
“Luar biasa Ananda Radhyana Prathista. Mengikuti ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026 dan mendapatkan juara dua. Ini membawa nama baik Banjarnegara dan selanjutnya akan melaju ke tingkat nasional,” ujar Amalia.
Amalia menilai keterlibatan generasi muda dalam mempromosikan batik memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya mengenakan batik. Mereka juga perlu memahami dan memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.
“Saya sangat mendukung dan bangga atas prestasi yang didapat. Sekarang ini sedikit sekali anak muda yang bangga menggunakan batik Banjarnegara. Saya sangat mengapresiasi semangatnya,” katanya.
Karena itu, Amalia meminta Radhyana memanfaatkan kesempatan tampil di tingkat nasional untuk memperkenalkan potensi budaya Banjarnegara.
Amalia berpesan agar Radhyana tidak menjadikan gelar juara sebagai satu-satunya tujuan dalam kompetisi.
Menurutnya, pengalaman berkompetisi di tingkat nasional harus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membawa misi memperkenalkan Batik Gumelem.
“Kompetisi ini bukan hanya soal meraih kemenangan. Pola pikirnya jangan sekadar ‘saya harus menjadi juara satu’, melainkan harus memiliki misi meningkatkan kapasitas diri serta mempromosikan Batik Gumelem Banjarnegara. Dari sanalah banyak hal bernilai akan didapatkan,” katanya.
Amalia juga mengingatkan Radhyana agar tetap rendah hati jika nantinya berhasil meraih posisi tertinggi.
“Kalaupun nanti menjadi juara satu, jangan merasa jemawa dan tetap rendah hati,” pesan Amalia.
Menghadapi peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Radhyana juga diminta berani menunjukkan karakter dan identitas yang berbeda.
Amalia menilai potensi lokal justru dapat menjadi kekuatan Radhyana ketika tampil di panggung nasional.
“Di tingkat nasional nanti harus bisa menunjukkan sesuatu yang spesial. Jangan meniru orang lain, jangan ingin seperti orang lain. Apa yang kita miliki, itulah yang harus ditonjolkan,” katanya.
Selain kemampuan di atas panggung, Amalia berharap Radhyana membawa karakter positif sebagai pemuda Banjarnegara. Ia meminta Radhyana menunjukkan sikap santun, beretika, serta mampu mencari solusi ketika menghadapi persoalan.
“Tunjukkan bahwa anak muda Banjarnegara memiliki etika dan perilaku yang baik. Jika ada masalah, jangan terpaku pada masalahnya, tetapi fokuslah mencari solusi. Perjalanan kompetisi tidak selalu berjalan persis seperti yang kita rencanakan,” katanya.
Camat Pejawaran Gatot Suprapto mengatakan kedatangannya bersama Radhyana dan jajaran Pemerintah Desa Pegundungan menjadi bentuk dukungan pemerintah wilayah terhadap perjuangan Radhyana.
Mereka juga meminta doa restu Bupati Banjarnegara sebelum Radhyana mengikuti kompetisi tingkat nasional.
“Radhyana Prathista warga kami dari Desa Pegundungan. Ia mengikuti ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026 kategori dewasa secara mandiri dan berhasil meraih juara dua. Kami mohon doa restu,” katanya.
Radhyana mengaku bersyukur atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Ia berharap dukungan tersebut menjadi energi tambahan untuk menghadapi kompetisi nasional.
“Saya memohon doa restu dan dukungan Ibu Bupati. Semoga langkah saya di tingkat nasional diberi kelancaran dan kemudahan sehingga mampu meraih hasil terbaik dan maksimal,” kata Radhyana.
Pada kompetisi nasional Desember 2026, Radhyana akan membawa nama Jawa Tengah sekaligus memperkenalkan Batik Gumelem, kain khas Banjarnegara yang berkembang di Kecamatan Susukan.
Batik Gumelem akan menjadi bagian dari identitas yang ia tampilkan di panggung nasional. Dengan demikian, perjuangan Radhyana tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya Banjarnegara kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Dari Desa Pegundungan menuju panggung nasional, Radhyana membawa misi untuk membuktikan bahwa prestasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.