
SERAYUNEWS- Pergerakan pasar saham Indonesia pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, diperkirakan kembali menarik perhatian investor.
Setelah mengalami koreksi terbatas sehari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang penguatan dengan potensi bergerak di kisaran 9.030–9.077.
Sejumlah analis menilai koreksi yang terjadi bersifat sehat dan membuka peluang akumulasi saham-saham pilihan. Pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026), IHSG melemah 0,22% dan parkir di level 8.925,47.
Tekanan jual terutama datang dari sektor basic materials yang terkoreksi cukup dalam. Meski demikian, sebagian pelaku pasar melihat pelemahan ini sebagai fase konsolidasi sebelum indeks kembali melanjutkan tren naiknya. Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam struktur teknikal yang memungkinkan penguatan lanjutan. Namun demikian, Herditya mengingatkan investor untuk tetap mencermati potensi koreksi lanjutan.
Support IHSG diperkirakan berada di area 8.916 hingga 8.776, sementara level resistance terdekat berada di rentang 8.996 hingga 9.030. Apabila tekanan jual meningkat, IHSG berpotensi menguji area support bawah sebelum kembali menguat.
Dari sisi sentimen, pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal dan domestik. Pengamat pasar modal Reydi Octa menyebut koreksi IHSG lebih disebabkan oleh aksi ambil untung setelah reli cepat pada saham-saham tertentu.
Selain itu, pelaku pasar juga menanti kepastian arah kebijakan suku bunga, rilis data inflasi, serta perkembangan fiskal dalam negeri. Meski terdapat tekanan jangka pendek, Reydi menilai tren utama IHSG masih cenderung positif.
Sejumlah saham masuk dalam radar rekomendasi analis untuk perdagangan hari ini. Saham-saham ini dinilai memiliki potensi teknikal maupun fundamental untuk dimanfaatkan oleh investor dengan strategi yang tepat.
Rekomendasi dari MNC Sekuritas:
1. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
2. PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)
3. PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Co Tbk (ULTJ)
4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Rekomendasi dari Pilarmas Investindo Sekuritas:
1. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD)
2. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
3. PT Elnusa Tbk (ELSA)
1. CDIA – Strategi Buy on Weakness
Saham CDIA menunjukkan penguatan moderat dengan dukungan volume beli yang mulai meningkat. Secara teknikal, pergerakan harga mengindikasikan peluang melanjutkan tren naik selama bertahan di atas area support kuat.
2. MINA – Momentum Masih Terjaga
MINA mencatat lonjakan signifikan dan menjadi salah satu saham dengan performa terbaik. Selama harga bertahan di atas level stop loss, peluang kelanjutan tren bullish masih terbuka.
3. ULTJ – Menanti Konfirmasi Penguatan
ULTJ bergerak naik dengan volume yang membaik, meskipun masih tertahan oleh rata-rata pergerakan jangka pendek. Saham ini menarik bagi investor defensif yang mencari stabilitas.
4. TLKM – Waspadai Tekanan Jual
Berbeda dengan saham lainnya, TLKM masih berada dalam fase koreksi. Analis merekomendasikan strategi sell on strength untuk mengantisipasi penurunan lanjutan.
Secara sektoral, kinerja pasar terlihat bervariasi. Sektor transportasi dan logistik mencatat penguatan tertinggi, diikuti sektor properti dan infrastruktur. Sebaliknya, sektor basic materials dan teknologi masih berada di bawah tekanan.
Aktivitas transaksi besar juga terjadi pada saham AMMN, yang mencatatkan transaksi signifikan di pasar negosiasi dan reguler. Meski harga sahamnya terkoreksi, nilai transaksi yang tinggi mencerminkan minat investor institusi yang masih kuat.
Dengan kondisi IHSG yang masih berada di dekat level psikologis 9.000, investor disarankan menerapkan strategi selektif. Saham dengan likuiditas tinggi, fundamental solid, serta konfirmasi teknikal yang jelas dinilai lebih aman untuk dikoleksi secara bertahap.
Koreksi jangka pendek dapat dimanfaatkan sebagai peluang beli, namun manajemen risiko tetap menjadi kunci utama menghadapi volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.