Senin, 23 Mei 2022

Jelang Pemilu, Dua Petinggi Parpol di Purbalingga Mundur, Ada Apa?

Agus Slamet Setijono dan Andi Pranowo. (Joko Santoso)

Menjelang dilaksanakannya tahapan Pemilu 2024, dua petinggi parpol di Purbalingga mundur dari jabatannya. Masing-masing Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPD II Partai Golkar Purbalingga Andi Pranowo dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Purbalingga Agus Slamet Janto.


Purbalingga, serayunews.com

Keterangan yang berhasil dihimpun serayunews.com, Rabu (6/4/2022) menyebutkan pengurus DPD II Partai Golkar Purbalingga periode 2021-2025 dikukuhkan 22 Januari 2022 lalu. Baru sekitar dua bulan menduduki jabatannya, Andi membuat surat pengunduran diri.

Baca juga  Setelah Dua Tahun Pandemi, Salat Id Kembali Digelar di Alun-Alun Purbalingga

“Saya ingin fokus pada tugas saya untuk mengurusi kaum duafa,” kata Andi yang juga menjabat Direktur Lembaga Amil Zakat Muhamamdiyah (Lazizmu) Purbalingga.

Surat pengunduran diri sudah disampaikan kepada Ketua DPD II Partai Golkar Purbalingga Tenny Juliawati. Ketika dikonfirmasi Tenny secara pribadi menyesalkan pengunduran diri Andi. Pasalnya dia menganggap yang bersangkutan memiliki potensi.

“Semoga sukses mengabdi di bidang lain,’ kata Tenny.

Pengunduran diri juga dilakukan Ketua DPD Partai Perindo Purbalingga Agus Slamet Setijono. Agus mengatakan pengunduran diri sudah resmi dia sampaikan kepada Ketua DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo di Jakarta.

Baca juga  Prakiraan Cuaca di Purwokerto Hari Ini, 29 April 2022

“Saya sudah bersama Partai Perindo sejak 8,5 tahun lalu. Kini saya menyatakan mundur dan akan fokus pada bisnis dan keluarga,” kata Agus.

Mengenai siapa yang akan menggantikan jabatannya, Agus menyerahkannya kepada DPP Perindo.

Dalam kesempatan terpisah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga Andi Suprianto mengatakan pengunduran diri pengurus parpol merupakan permasalahan internal.

“Memang saat ini parpol sedang bersiap mengikuti tahapan Pemilu 2024. Soal adanya pengurus yang mundur tentu masing-masing parpol memiliki mekanisme untuk melakukan penggantian atau pengisian jabatan tersebut,” imbuhnya.

Berita Terkait

Berita Terkini