SERAYUNEWS– Rasa terbakar di dada, perut terasa kembung, atau asam naik ke tenggorokan sering dianggap remeh oleh sebagian anak muda. Padahal, gejala seperti itu bisa menjadi tanda Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD. Dulu, GERD identik dengan orang tua, tetapi kini semakin banyak menyerang usia muda karena pola hidup yang kurang sehat.
Dikutip dari berbagai sumber, GERD adalah kondisi saat asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) akibat melemahnya otot katup di antara lambung dan kerongkongan. Jika dibiarkan, GERD bisa menimbulkan komplikasi serius seperti peradangan, luka di kerongkongan, hingga gangguan tidur.
Mengapa Anak Muda Kini Lebih Rentan?
Menurut berbagai sumber medis, perubahan gaya hidup modern berperan besar dalam meningkatnya kasus GERD pada generasi muda. Berikut beberapa faktor pemicunya:
Pola makan tidak teratur – banyak anak muda melewatkan sarapan, makan tergesa-gesa, atau bahkan makan larut malam.
Konsumsi makanan dan minuman pemicu asam lambung – seperti makanan pedas, gorengan, kopi, teh, minuman bersoda, hingga cokelat.
Langsung rebahan setelah makan – kebiasaan ini menghambat pencernaan dan memicu asam naik ke kerongkongan.
Stres berlebihan – tekanan kuliah, pekerjaan, atau masalah pribadi dapat memperburuk produksi asam lambung.
Kurang olahraga – tubuh yang jarang bergerak cenderung memperlambat metabolisme, termasuk kerja sistem pencernaan.
Gejala GERD yang Harus Diwaspadai
Berikut tanda-tanda yang umum dialami penderita GERD:
Sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn)
Asam atau pahit di mulut
Perut kembung dan sering bersendawa
Mual, terutama setelah makan
Batuk kronis, suara serak, atau sakit tenggorokan
Sulit menelan atau terasa ada benjolan di tenggorokan
Jika gejala-gejala ini muncul secara berulang (lebih dari dua kali seminggu), sebaiknya tidak diabaikan.
Cara Mengatasi dan Mencegah GERD di Usia Muda
Kabar baiknya, GERD bisa diatasi tanpa harus langsung mengandalkan obat, asalkan dilakukan perubahan gaya hidup secara konsisten:
Atur pola makan – makan tepat waktu, porsi kecil tapi sering, dan kunyah makanan dengan baik.
Hindari makanan pemicu – kenali makanan/minuman yang membuat perut terasa tidak nyaman.
Tunggu minimal 2–3 jam sebelum tidur setelah makan
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mencegah asam naik saat malam
Kelola stres dengan cara sehat – seperti meditasi, olahraga, journaling, atau mendengarkan musik
Perbanyak minum air putih dan hindari merokok serta alkohol
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika:
Gejala muncul terus-menerus lebih dari dua kali seminggu
Nyeri dada sangat mengganggu hingga terasa seperti serangan jantung
Terjadi muntah berulang, terutama jika mengandung darah